|
Wednesday, January 20, 2010
Pagi itu, pagi pertama di tahun dua ribu sepuluh, kucelupkan lembar-lembar karton putih ukuran 1x8 cm.
Dua kali.. ya, dua kali.. karena ragu dengan hasilnya yang masih sama, dan tetap akan sama berapa kalipun aku mengulangnya... Dua garis semburat pink
This is the BEST New Year's gift i ever get.. Thank you Lord.. thank you for Your trust in us..
Hasilnya, sampai sekarang perasaan ini seperti sedang mabok darat. Pusing, mual, lelah tak berujung. Muntah, lemas, ngantuk tak berperi.
Tapi tak mengapa, semua orang mendukung, semua orang membantu, dan semua mommy-to-be juga pasti akan melewatinya. Kata mereka... "cuma akan terjadi selama 3 bulan pertama kok, sabar-sabar saja" Dan kuberharap sangat, kata-kata itu akan segera kuamini 
Posted at 10:59 am by Hannyta
Permalink
Monday, November 30, 2009
Tujuh hari kedepan adalah genap ulang bulan pernikahan kami. Ya, sudah 1 bulan kami mengikat janji... dan bukan, bukan janji macam anak SMU yang diobral ke pacar-pacarnya, tapi sumpah di depan Tuhan dan jemaat-Nya 
Kemarin malam sesaat sebelum tidur, muncullah ide isengnya.
"Ni, gimana kalo' kita nginep di hotel tanggal 7 Desember?" "Hah? Ngapain? Buang-buang duit aja ih" "Ya gpp, kan seru, sekarang kan kita bisa pergi berdua sampai malem-malem dan ga akan ada yang nyariin kamu, hehehe" "Yeee.. isengnya keterlaluan deh.. ogah ah, emang besoknya ga usah kerja?" (lalu sebuah cubitan pun mendarat di lengannya)
Sudah hampir sebulan kami hidup bersama. Dan selama sebulan itu, sikapnya jauh berubah terhadapku, lebih manis, lebih pengertian, lebih menyenangkan dari masa pacaran. Perdebatan tidak penting yang dulu sering kami lakukan, sekarang hampir tidak ada. Biasalah.. sindrom pengantin baru 
Sampai saat ini, kutilik dia hanya punya satu kekurangan.
...He snores...
Oke, kalian boleh saja menganggap remeh dan tertawa membaca kalimat diatas. Namun itu cukup mengganggu karena dengkurannya bukan cuma terdengar di dalam kamar, tapi sampai lantai satu dan menggema hampir di sekeliling rumah. Walhasil, yang bisa kulakukan hanya menggeser badannya supaya miring ke samping, mencoba menutup rapat mulutnya (dan atau hidungnya sekalian), atau menyenggolnya sampai dia terbangun dan lantunan melodi itu berhenti.
Pernah suatu ketika, terbangun jam 2 di pagi buta, kumarahi dia yang sedang tertidur pulas dengan dengkurannya yang aduhai; dan dia pun terbangun sekaget-kagetnya dan memasang tampang memelas. Lucunya lagi, dia mendengkur hampir dalam kondisi apapun.
Tidur siang, dia mendengkur.. Tidur malam (apalagi menjelang subuh), dengkuran makin terdengar dahsyat.. Tidur miring, dia mendengkur.. Mulut terkatup, dia mendengkur.. Tidur telentang, dengkurannya makin parah dan akhirnya memiliki rima..
Hadoh koko, kalau kamu bukan suamiku, pasti sudah (tak sengaja) kusepak kamu dari tempat tidur kita, hehe *jahat mode on*
Tapi diluar daripada itu, he is indeed a loving care hubby and i love him so...
Posted at 03:24 pm by Hannyta
Permalink
Monday, November 23, 2009
This day i will marry my best friend... The one i laugh and dream with, the one i love and live for. Let this be our destiny... To begin each new day together, to share our lives forever.
Kata-kata yang kubuat itu menjadi penghias di kartu undangan kami. Tujuh november dua ribu sembilan menjadi awal dari hidupku yang baru, dengan seseorang yang selama empat tahun terakhir ini ada menemaniku.
Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu kami dalam proses pengucapan janji suci di depan altar dan penandatanganan kontrak sehidup semati.
We pray that it will last forever...
www.ewedding.com/sites/johanandhanny
Posted at 10:48 am by Hannyta
Permalink
Thursday, August 13, 2009
Makhluk yang satu ini memang sulit dipahami. Jujur kukatakan bahwa aku yang merupakan satu jenis dengan kaum ini saja sering dibuat bingung dengan apa maunya.
Ya, atasan baruku adalah seorang perempuan.
55 tahun, Filipina, perempuan.
Belum pernah punya pengalaman apapun sebelumnya dengan bos perempuan, membuatku kurang mengerti apa yang sebenernya dia minta. Sekarang dia minta ini, sepuluh menit kemudian bisa berubah. Kemarin baik setengah mati kepadaku, hari ini bisa marah-marah tanpa juntrungan karena sesuatu yang bukan kesalahanku.
Pusing? Iya.. Tapi yang lebih menyedihkan lagi, karena sebenarnya aku yakin benar bahwa dia tidak bermaksud seperti itu. Mungkin dia tidak ingin untuk marah-marah. Atau kali lain, dia tidak punya niat apapun untuk menjadi plin-plan.
Karena kutau, hampir semua perempuan memiliki sifat "change in last minute"
It does happen to me. Jadi, kurasa mungkin memang harus kupahami sedikit tentang perilakunya, untuk nanti kemudian kupikirkan bagaimana cara mengatasinya.
Namun pertanyaannya, sampai kapan aku bisa kuat?
Dulu ketika perkenalan awalnya kepada kami, dia katakan: "I cannot talk in lower voice, otherwise i will sound like a bencong. My talking style is in loud, so please don't misinterpret it. Maybe i'm not angry, just talking"
God, please help me to adapt to her 
Posted at 11:27 am by Hannyta
Permalink
Friday, July 10, 2009
Here comes the photo links
Posted at 04:48 pm by Hannyta
Permalink
Thursday, June 18, 2009
I hate the word 'goodbye' even more, right after those two bosses announced their resignation. Something's missing.. it's true. Farewell party didn't help much. Feeling insecure.. absolutely. But life must go on.. and i cannot just whine.
I hate the government who banned inter-province busses which go through UKI. How the hell could I go to the office if I'm not using Agramas, which also by the way, the inter-province bus?? What went through their mind when they approved it? Stupid...
I hate the process of that 'contest' which still suffering me for 2 days after the audition. It was really hard working with them. Those photo blitz, thick make up, stressfully hair do, ugly gown. And it really made me more sick when i remembered how bossy the 'gown keeper' was. Helloooooowwww, we are the finalist here!! Don't be that bossy as I COULD pay your 1-year-salary-plus-your-annual-bonus if I'm willing to!!! Not forget to mention, the quotation from the commitee which I quote here: "Just follow the procedure, don't complain, you're not loosing anything right? Instead, you're going to have a new experience" Haha, if I may say, I'M LOOSING MY THREE DAYS, SPENDING MY PRECIOUS TIME WORKING WITH YOU MORON!!!
I hate what happened in this past 1 month. I hate everything!!!
Posted at 05:05 pm by Hannyta
Permalink
Wednesday, May 20, 2009
Minggu depan, selama 3 hari berturut-turut, akan kurasakan bagaimana menjadi 'foto model profesional' lengkap dengan photo session dan video shooting yang diambil oleh fotografer kenamaan plus busana-make up dari bridal papan atas di Indonesia yang dilakukan di salah satu hotel bintang lima di daerah Mahakam.
Dan lebih ajaibnya lagi, hasil foto itu akan dipampang di Majalah Weddingku edisi July-Oktober 2009. Belum lagi jika akhirnya menjadi pemenang... harus ikut di acara JWF di Jakarta Convention Centre tanggal 25 Juli mendatang.
Semua itu karena diriku yang terpilih menjadi salah satu dari lima finalis kontes Happy bride to be
Doakan aku ya 
*berbunga hati ini*
Posted at 05:11 pm by Hannyta
Permalink
Monday, May 11, 2009
Sebulan terakhir ini aku 'ter-daulat' menjadi pemudik harian. AgraMas jurusan Cikarang-Tangerang menjadi sesuatu yang harus kukejar setiap pagi dan petang. Bahkan akhir-akhir ini, kondekturnya mulai hafal dengan wajahku dan memberikan komentar-komentar kurang penting.
"Mbak, turun di BSD ya?" "Bukan, di Cikokol.. ih, mas nya sok tau deh" "Ooo.. kok ga di BSD kaya' pas semalem naik? Ya udah, sampai jumpa nanti sore ya mbak" "@!#%$^%&^*%^&"
Ya, aku sekarang menjadi seorang perantauan tiga propinsi demi mencari sesuap nasi. Bekasi - Jakarta - Lippo Karawaci. Dan bis AKAP (antar kota antar propinsi) macam AgraMas, Arimbi dan AJA lah yang menjadi kawan baikku tiap hari. Jam berangkat mereka pun sudah kuhafal mati dengan baik. Pokoknya, tidak boleh lewat dari jam setengah tujuh pagi, salah satu dari ketiga bis itu sudah harus kududuki untuk kelak kulanjutkan dengan acara tidur pagi ku yang terpotong. Dan ketika pulang, setidaknya jam 7 malam aku sudah harus menanti di pinggiran jalan Serpong untuk bisa pulang kerumah.
Nasib, mau dikata apa lagi. Hanya demi memenuhi permintaan seorang taipan, kami sekantor harus bedol desa jauh-jauh sampai ke Tangerang. Bukan cuma aku yang hanya menempuh jarak Bekasi - Tangerang, banyak orang-orang disini yang melanglang kota dari Tambun dan sekitarnya. Kurang kerjaan sekali kan?
Jadi maafkan aku teman, jikalau sampai hampir dua bulan, rumah ini kuanggurkan begitu saja. Proses pindahan, penyesuaian diri dan sakit selama 2 hari yang mewarnai hari-hari awalku di Karawaci, membuatku makin malas dan tidak mood untuk sekedar melongok kesini. Belum lagi segala persiapan pesta akbar yang membutuhkan perhatian yang tidak sedikit. Juga intensitas pertemuan yang makin sedikit dengannya juga membuat hubungan kami cenderung berjarak.
I think i'm taking my career life for granted.
Tapi tenang saja, aku tidak sebodoh itu untuk duduk diam bagai keledai dungu yang menunggu untuk ditendang. Lihat saja nanti saatnya, akan kubuktikan bahwa kami-kami ini layak diberikan penghargaan setinggi-tinggi nya atas loyalitas yang telah kami tunjukkan.
Hey you there.. you'll see what we're going to do.. Just wait for the time..
Posted at 03:33 pm by Hannyta
Permalink
Thursday, March 12, 2009
Kemarin kuterima sebuah curhat colongan dari seseorang tentang 'perselingkuhan' yang dia perbuat. Dia bahkan sadar sesadar-sadarnya, bahwa apa yang sekarang dilakukan adalah sesuatu yang salah. Tapi adrenalin yang memacu keras dalam aliran darahnya setiap kali dia bertemu dengan perempuan itu seakan sudah membutakan mata hati.
Padahal dia sudah tidak lajang lagi. Dia sudah beristri dengan dua orang anak.
Sebuah status yang sebetulnya tidak bisa dipungkiri... dia tidak boleh main api.
Diceritakan dengan lantang bahwa dia bahagia dengan hidupnya sekarang, bermain dengan dua wanita. Sebagai tambahan, perempuan itu berstatus janda-bukan-cerai-mati plus buntut 3 orang anak. Lalu apa yang membuat dia mendua hati seperti itu? Pernikahannya sekarang tidak harmonis kah? Istrinya tidak bisa memuaskan dia lagi? Anak-anaknya yang tidak mau diatur? Atau apa?
"Tidak ada", katanya ringan. "Tidak ada masalah apapun antara gue dengan istri gue, kita baik-baik aja", tambahnya.
Lalu kenapa dia harus memercikkan api asmara terlarang di sebuah hubungan pernikahan yang tentram?
"Istri loe kenal sama perempuan itu kan?", tanyaku. "Iya, dia kenal. Anak-anak gue juga kenal sama dia. Pernah gue ajak mereka semua ketemuan kok", jawabnya. "Gila ya loe, kenapa juga loe musti ketemuin mereka. Kalau nanti istri loe tau perselingkuhan loe, gimana coba?" "Ya ga apa-apa kalau dia sampai tau", timpalnya enteng. "Hah??! Emang loe mau kalau sampai dicerai sama istri loe?" "Gue ga mau sampai dicerai sih, tapi gue emang mau nikah lagi sama perempuan ini. Kemarin malah gue udah foto pre-wedding sama dia. Loe mau liat?", dia berkata seraya mengeluarkan tumpukan foto-foto dari balik tas nya. "Ih, mesra banget loe. Bahkan gue ga pernah ngeliat loe mesra gini sama istri loe", tandasku. "Itu dia.. gue bener-bener cinta sama dia. CLBK nih kaya'nya" "Ya ampun, sadar ga sih loe, dia itu bahkan punya 3 orang anak. Kalau loe bener-bener nikah sama dia, berarti loe punya 5 orang anak! Loe sanggup kaya' gitu? Belom lagi perasaan istri loe, gimana sih?", cecarku. "Nah, berhubung loe bilang gitu sama gue, gue jadi keingetan untuk minta dibuatkan polis asuransi pendidikan untuk 3 anaknya. Loe bisa kan? Gue pengen supaya anak-anaknya bisa punya tabungan pendidikan. Tolong dibuatin ya", pintanya. "Gila.. loe bener-bener gila ya.. ini serius?", tanyaku. "Serius. Gue bener-bener serius", dia menjawab dengan sangat yakin.
Semua omonganku sudah seperti angin lalu. Dia betul-betul terbawa perasaan euphoria dengan dophamin yang sudah memenuhi otak dan pikirannya. Katanya laki-laki adalah mahluk yang mengambil keputusan berdasarkan logika, tapi kenapa orang disebelahku ini menjadi sangat tidak rasional bila berhubungan dengan perempuan itu?
Dunia memang sudah terbalik. Disaat banyak orang yang berusaha mempertahankan pernikahan monogami, satu untuk selamanya dengan pasangannya, pria ini malah ingin menambah satu "masalah" lagi dengan mencari celah untuk menikahi selingkuhannya. Padahal tidak ada masalah apapun dengan perkawinannya yang sekarang.
Sadar wahai teman, tindakanmu sekarang tidak bisa di-justified dengan alasan apapun juga. Kobar api ini akan memakanmu pelan-pelan. Perlahan tapi pasti, akan kamu temukan titik balik dari semua hubungan-indah-cinta-terlarang yang kamu lakukan sekarang. Kenapa tidak kamu putuskan saja dari sekarang dan kembali ke istri dan anak-anakmu di rumah?
"Dia mah udah gila. Kerja aja ga konsen lagi. Gara-gara punya dua bini sih!", seloroh salah satu teman kerjaku menanggapi menurunnya performa kerja temanku ini. Dan aku menimpali dengan senyum kecut.
Ah kawan, aku tau bagimu ini sulit, tapi kamu harus bisa melepaskan diri dari jerat cinta yang sangat memabukkan ini. Aku paham bahwa kamu merasa telah berbuat salah ketika memutuskan cintanya secara sepihak diwaktu kalian masih SMA dulu, tapi itu masa lalu. Apa yang dia alami sekarang bukanlah salahmu. Bukan tanggung jawabmu jika sekarang pernikahannya kandas dan menyisakan tiga anak perempuan yang masih kecil-kecil. Kamu juga toh masih punya dua mulut kecil yang harus diberi makan dan berhak atas kasih sayang yang utuh tak terbagi.
Jangan sampai tenggelam teman. Aku tak sampai hati jika harus melihat banyak pihak yang harus terluka dalam permainanmu ini. Cepatlah sadar..
Perselingkuhan, apapun bentuk dan alasannya, tak akan pernah kutolerir.... *as told second hand by him*
Posted at 03:05 pm by Hannyta
Permalink
Tuesday, March 10, 2009
Kalung emas dengan liontin berbentuk burung phoenix dan naga yang mengelilingi tulisan "xuang xi" itupun dipakaikan ke leherku.
Dan mulai hari itu... Kami bertunangan.
I was so thrilled.. Luv u dear :)
Posted at 02:49 pm by Hannyta
Permalink
|
|