This is my thought, my inspirations, my world..
This is my blog, my home, wo de jia...
Enjoy..

   

<< December 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




Daisypath Anniversary tickers




My Previous Posts
  • Hampir satu bulan
  • The Vow
  • Perempuan oh perempuan
  • Here comes the links
  • Recapitulation
  • Sang finalis
  • A.K.A.P
  • Main hati
  • New phase
  • Kangen dia
  • The Backstabber (part 2)
  • Pujangga kata
  • Dear papa..
  • Caleg oh caleg
  • Blogging fellah, blogging....
  • The Backstabber
  • Kisah cinta masa lalu
  • The check list
  • Piring somplak
  • Mars and Venus
  • Imbas hujan di rumahku
  • Kabar terakhir
  • Birthday wishes
  • Suara kepala
  • Guardian angel
  • Satu hal penting
  • Pria
  • Percakapan di sore kemarin
  • Setelah seratus hari
  • Tips berkendara dengan angkutan umum
  • All these marriage things
  • Sex and the city
  • Let's cook some meal together :)
  • Since he's gone..
  • 224 mg/dl
  • Ternyata Tuhan sayang padanya
  • Till death do them apart
  • Girang hati di pagi hari
  • Things will never be the same again
  • 4 May 2008
  • Selamat jalan papa..
  • Kursi itu mungkin tidak cocok untuk kita
  • Dokter gratis, obat sama
  • Coretan senja
  • Dua jam sebelum pulang
  • Mimpi si burung kecil
  • Suatu hari di studio foto
  • Burung kecil di tepi sungai
  • Pria tanpa P
  • Panglima keluarga
  • Upcoming birthday
  • Sms orang (gila)
  • He's going home
  • The secrets of secretary
  • Bandar judi setahun
  • Silhouettee
  • Gigiku malang, gigiku sayang
  • Penjagal gigi
  • Alone
  • Falling in love
  • Yang aku mau
  • Things you should know if your plane crashes...
  • Goodbye to you
  • Pesawatku hampir transit
  • Late 2007 and early 2008
  • It's holiday babe..
  • Bumi yang semakin panas
  • Smell like hell
  • Just try...
  • Wartawan kurang ajar
  • !@#$%^&*&^$#@!
  • Wake up you moron.. Cigarette=Drug
  • Salah omong... salah dengar
  • If life is so short
  • Ceklokan merah
  • Nonton film
  • Say g'bye to friendster
  • Her wedding
  • Wodejia




    Tulisan-tulisanku boleh dicopy-paste, tapi mohon dicantumkan source nya atau di link ke http://wodejia.blogdrive.com.... Thank you ;)



    My other blogs
    Thoughts, inspiration, and the way i see something
    My multiply



    Links
    Andrei // Andi Eriawan // Blue // Brokoli Sehat // Enno // Kodok // Ninit // Putlies // Renungan Harian // Silly // Tusuk Gigi



    Email me



    Visitors counter
    hits
    Fans on the page











    Enhanced with Snapshots

    Add to Technorati Favorites

    KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

    Search Engine Optimization



  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed


    Wednesday, December 19, 2007
    Bumi yang semakin panas

    Wakss.. akhir-akhir ini cuaca di Jakarta semakin amburadul. Hujan setiap saat, malahan konon katanya tanggal 23 ini akan terjadi gelombang pasang tinggi (ini gosip yang beredar dari email ke email). Yang terakhir ini semoga tidak terjadi, karena itu pasti akan merusak rencanaku untuk naik feri....
    Mamaku di rumah pun sudah sangat kebat-kebit ketakutan akan kebanjiran lagi seperti awal tahun. Jadi setiap kali hujan lebat tiba, dia kalang kabut menumpuk batu bata di depan pintu dan tidak bisa tidur semalaman. Kasihan juga sih, tapi harus bagaimana?

    Sebenarnya tidak diperlukan seorang Al Gore untuk dapat menyimpulkan bahwa sedang terjadi global warming. Apalagi sampai harus disadarkan oleh The Inconvenienth Truth nya dulu. Kesannya kok dodol banget ya? Memangnya orang-orang tidak sadar bahwa bumi semakin panas? Bahwa efek rumah kaca memang sudah sampai pada batasnya?

    Jujur saja, jauh sebelum si om Gore berkoar-koar di TV dan sampai meraih nobel atas kepeduliannya kepada lingkungan, aku sudah merasa aneh dengan suasana alam yang makin berubah.
    Dulu ketika aku masih SMA (nostalgia euy, itu jaman-jaman kejayaan karena masih muda dan belia, eheheh), setiap kali pulang melewati daerah Caman (itu perbatasan Bekasi dan Jakarta Timur, suatu daerah di pinggiran kalimalang), udara yang aku rasa pasti ada perbedaan yang signifikan. Rasanya gimanaa gitu. Beda sekali. Kalau di Jakarta (dulu sekolah ku di daerah Prumpung, itu ibarat 'bronx' nya daerah Rawabunga) udaranya penuh polusi dan kotor sekali. Asap knalpot seperti berlomba membuat udara menjadi hitam. Daun di pepohonan pun pasti sudah keracunan sendiri oleh karbondioksida yang harusnya mereka butuhkan di proses fotosintesis.
    Namun selepas dari Caman itu, kok polusinya tidak separah di Jakarta ya? Beda banget deh pokoknya.. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tapi benar-benar terasa bedanya.
    Sekarang sih boro-boro... Di depan pintu rumah saja polusinya sudah setara dengan berdiri di pinggiran Tugu Tani.. sighh

    Sebenarnya kalau diperhatikan, semua itu adalah kesalahan kita juga. Hampir semua orang - kalau tidak mau dikatakan 'semua' - pasti pernah membuang sampah sembarangan. Ya aku juga dulu pernah, tapi sekarang betul-betul sudah insyaf dan tobat 100%. Malahan kini rasanya emosi jiwa banget kalau ada orang yang menganggap bahwa memang tersedia 'tong sampah maya' di bawah kolong tempat duduk mereka di angkot. Bagi yang tidak tau apa itu 'tong sampah maya', itu loh.. Kondisi dimana ketika mereka selesai makan/minum, lalu bungkus nya langsung dibuang *tuing* ke bawah kolong tempat duduknya. Padahal jelas-jelas di kolong tempat duduk itu tidak ada tong sampah yang bisa menampung, yang ada hanya lantai angkot. Jadilah itu mereka anggap sebagai 'tong sampah maya'.
    Sepertinya kok jorok dan malas jika membuang sampah disana. Mbok ya dipegang dulu sampahnya atau dimasukin tas sekalian (seperti aku) dan baru dibuang jika sudah ketemu dengan tong sampah. Kok susah sekali ya berbuat seperti itu? Tisu, gelas (bahkan botol) air mineral, plastik gorengan, bungkus permen (ini menduduki tempat teratas karena paling sering dibuang orang di 'tong sampah maya'), bahkan kalau bisa, mungkin segala sesampahan yang ada pada mereka juga dibuang kesana.. Heran Shocked

    Semua orang sebetulnya tau bahwa mereka turut andil dalam pemanasan global ini. Tapi mungkin semuanya tutup mata dengan anggapan bahwa mereka tidak akan sempat merasakan dampaknya. Padahal, itu egois sekali karena toh anak cucu mereka lah yang pasti akan menuai hasilnya.. Tuh, egois kan?

    By the way, Mr. J itu juga sudah kena dampaknya loh. Dia mengganti AC di ruangannya dengan AC baru (padahal menurutku itu masih dingin sekali, apalagi sekarang musim hujan, jadi tambah dingin) karena dianggap sudah tidak mampu mendinginkan suhu ruangannya (atau suhu tubuhnya ya?). Makanya Sir, jangan suka marah-marah.. Kalau memang tidak sanggup meng-handle kami, pulang saja ke negara mu yang nun jauh disana.. Kami akan senang sekali if you want to move your a** out of our country Big Smile

    Posted at 02:31 pm by Hannyta

     

    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry Home Next Entry