"Jangan belagak sok kuat deh kalau memang pada dasarnya ga sanggup"
Ini semua akibat dari DVD asal Thailand 'Alone' yang dengan gaya pede dan berani nya kupinjam dari sepupuku tiga hari lalu.
Sebenarnya sih sudah ada peringatan tidak tertulis (tapi jelas-jelas terucap) dari teman kantorku tentang bahaya nya menonton DVD ini, tapi memang dasar memang sudah bawaan orok dari sananya yang sok tau dan sok kuat, kuputuskan juga untuk memutar film itu.. di rumah :)
Berbekal nonton bareng (halah, gayanya seperti nonton bola deh) dengan mama ku di kamar plus gaya nonton yang tidur-tiduran di atas kasur (dengan guling yang siap setiap saat untuk digunakan menutup mata), aku akhirnya memencet tombol play di remote dan dimulailah film tersebut.
Musiknya itu nyebelin sekali, berdentum-dentum, membuat kaget saja.. adegan yang tidak seram pun jadi mengerikan. Guling sudah kupeluk, dan kuintip mamaku di ranjang sebelah yang terdengar anteng. Oalah.. ternyata dia malah tertidur. Tadinya sudah akan kubatalkan niat nonton bareng (yang sekarang berubah judul jadi 'nonton sendirian') karena takut. Tapi setelah dipikir-pikir, ini toh cuma film yang dari permulaannya sih tidak terlalu seram. Jadi, diberani-beranikan deh menontonnya.
Ceritanya bermula dari sepasang saudara kembar siam dempet perut (anggap si A dan si B) yang jatuh cinta pada pria yang sama. Tapi si pria ternyata memilih salah satu di antara mereka (si B) dan membuat si A cemburu buta. Si A berusaha keras supaya si B tidak bisa makin dekat dengan si pria. Si B yang merasa kebahagiannya terhalang berniat untuk memisahkan diri dari kembaran siam nya. Si B menolak dan malah mencekik si A, akhirnya mereka pun dipisahkan, tapi dalam keadaan si A sudah meninggal dan si B hidup. Si B menyamar menjadi si A dan mulai mendekati kembali pria tersebut. Singkat kata, mereka pun menikah.
Film ini menjadi tambah ramai ketika hantu si A mulai gentayangan dan mengganggu si B.
Namanya juga film hantu, jadi efek-efek setan dan kekagetan menjadi bumbu yang bisa dilihat di sepanjang durasi (sukses sekali membuat aku sering menutup mata dengan guling). Bayangan setan yang ada di lift, tulisan di kaca, dan sejumlah 'persetanan ala asia' bolak balik muncul di layar.
Rasa takut yang muncul setelah aku selesai menonton jujur cuma sedikit. Tapi efeknya betul-betul terasa sampai sekarang...sebel!
Aku jadi tidak berani untuk tidur sendiri di kamarku di atas (huh sial, padahal seumur hidup aku sudah tidur disana). Jadi sampai hari ini, orang tuaku terpaksa harus rela diganggu oleh anaknya yang satu ini --> tidur nebeng dengan alasan kamar mereka lebih adem (hohoho, ga mau mengakui kalau takut tidur sendiri nih)
Jadi, moral of the story is: Jangan nonton film horor kalau memang tidak sanggup. Alone sendiri layak ditonton kok.. Coba saja tonton, lalu ceritakan padaku bagaimana pengalaman anda.. hehehe