Hadoohh.. sepotong gigi geraham bungsu ku besok akan almarhum lagi.

Ya, setelah dipertimbangkan sekian lama (dan tentu saja setelah menunggu lebih dari 2 tahun untuk melihat bentuk nya yang ternyata malah makin sungsang), kuputuskan untuk datang lagi ke dokter gigi yang ada di pojokan kota Bekasi.
Bentuk gigiku memang aneh, tidak tonggos seekstrim ala Bokir sih, tapi bentuknya itu loh yang tidak beraturan. Suka-suka. Seenaknya. Semaunya.
Geraham bungsu ku adalah yang paling aneh dari kumpulan gigi-gigi ku. Dua tahun lalu, geraham bungsu atasku yang sebelah kiri sudah dioperasi. Tiga jahitan dan bengkak selama 3 hari, plus ditambah dengan tidak bisa makan selama seminggu. Sebenarnya bisa makan sih, tapi dengan sendok teh yang tentu saja sudah membuat ku terlanjur kenyang saking lama nya.
Waktu itu geraham bawah ku sudah kelihatan putih-putih dan muncul, tapi kukira gigi yang satu itu tak akan bermasalah. Dulu, sempat jiper rasanya melihat jarum gigi yang begitu panjang dan bengkok. Alamak, seumur-umur tidak pernah aku sakit gigi atau bermasalah dengan gigi. Jadi ketika dulu diputuskan untuk dioperasi, sampai keringat dingin rasanya. Apalagi ketika akan dijahit, dokter itu memainkan benang (kasur) warna hitam yang tebalnya hampir setebal benang wol di depan mukaku. Tidak tenggang rasa :(
Minggu lalu, geraham bawahku bermasalah lagi. Berdarah dan sering menyimpan sisa makanan disana (menjijikan sekali kan? Tidak mencerminkan seorang perempuan yang beradab). Setelah diintip, ternyata betul-betul miring. Lalu aku memaksa diriku sendiri untuk pergi ke dokter penjagal gigi yang sama.
"Wah, musti dioperasi lagi nih Han.. Gigi orang kaya nih"
"Yah dok, saya juga ga mau kalo' musti operasi lagi. Udah bayarnya mahal, sakitnya kudu seminggu lagi. Emang harus ya dok?"
"Kita liat dulu Han. Di-rontgen gih"
- Sesaat setelah rontgen -
"Han, gigi kamu bobo banget tuh.. harus dibangunin, dibuang aja yah"
(sambil meringis takut) "Berarti dioperasi lagi dong dok? Aduh. Ya udah, hari ini aja dok, biar cepet beres"
"Ga bisa Han, saya juga ngeri ngeliatnya. Ga berani hari ini ah. Kita bikin appointment lagi ajah. Saya musti pelajarin ini dulu. Terlalu miring dan musti saya pikirin dulu"
(glek.. kenapa dokter ini tidak berkesan menghibur ya?) "Ya udah lah dok, minggu depan ya saya dateng ke sini lagi"
Dan.. disinilah aku. Besok adalah hari penjagalan ku. Takut.. Membayangkan harus melalui lagi seperti yang dulu pernah kualami. Jarum bengkok, benang (kasur) hitam, bengkak gusi, susah makan, sendok teh.. Sigh...