This is my thought, my inspirations, my world..
This is my blog, my home, wo de jia...
Enjoy..

   

<< February 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29




Daisypath Anniversary tickers




My Previous Posts
  • Hampir satu bulan
  • The Vow
  • Perempuan oh perempuan
  • Here comes the links
  • Recapitulation
  • Sang finalis
  • A.K.A.P
  • Main hati
  • New phase
  • Kangen dia
  • The Backstabber (part 2)
  • Pujangga kata
  • Dear papa..
  • Caleg oh caleg
  • Blogging fellah, blogging....
  • The Backstabber
  • Kisah cinta masa lalu
  • The check list
  • Piring somplak
  • Mars and Venus
  • Imbas hujan di rumahku
  • Kabar terakhir
  • Birthday wishes
  • Suara kepala
  • Guardian angel
  • Satu hal penting
  • Pria
  • Percakapan di sore kemarin
  • Setelah seratus hari
  • Tips berkendara dengan angkutan umum
  • All these marriage things
  • Sex and the city
  • Let's cook some meal together :)
  • Since he's gone..
  • 224 mg/dl
  • Ternyata Tuhan sayang padanya
  • Till death do them apart
  • Girang hati di pagi hari
  • Things will never be the same again
  • 4 May 2008
  • Selamat jalan papa..
  • Kursi itu mungkin tidak cocok untuk kita
  • Dokter gratis, obat sama
  • Coretan senja
  • Dua jam sebelum pulang
  • Mimpi si burung kecil
  • Suatu hari di studio foto
  • Burung kecil di tepi sungai
  • Pria tanpa P
  • Panglima keluarga
  • Upcoming birthday
  • Sms orang (gila)
  • He's going home
  • The secrets of secretary
  • Bandar judi setahun
  • Silhouettee
  • Gigiku malang, gigiku sayang
  • Penjagal gigi
  • Alone
  • Falling in love
  • Yang aku mau
  • Things you should know if your plane crashes...
  • Goodbye to you
  • Pesawatku hampir transit
  • Late 2007 and early 2008
  • It's holiday babe..
  • Bumi yang semakin panas
  • Smell like hell
  • Just try...
  • Wartawan kurang ajar
  • !@#$%^&*&^$#@!
  • Wake up you moron.. Cigarette=Drug
  • Salah omong... salah dengar
  • If life is so short
  • Ceklokan merah
  • Nonton film
  • Say g'bye to friendster
  • Her wedding
  • Wodejia




    Tulisan-tulisanku boleh dicopy-paste, tapi mohon dicantumkan source nya atau di link ke http://wodejia.blogdrive.com.... Thank you ;)



    My other blogs
    Thoughts, inspiration, and the way i see something
    My multiply



    Links
    Andrei // Andi Eriawan // Blue // Brokoli Sehat // Enno // Kodok // Ninit // Putlies // Renungan Harian // Silly // Tusuk Gigi



    Email me



    Visitors counter
    hits
    Fans on the page











    Enhanced with Snapshots

    Add to Technorati Favorites

    KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

    Search Engine Optimization



  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed


    Monday, February 04, 2008
    Gigiku malang, gigiku sayang

    Kata siapa lebih baik sakit gigi daripada sakit hati?

    Rekor terlama yang pernah dipegang oleh si penjagal gigiku pun tumbang ketika harus mengerjakan gigi sungsangku. 3 jam di kursi dokter gigi sangat mampu membuat ku mengucapkan rentetan panjang doa-doa. Payah Hurmph Dimulai dari 8.30 dan selesai hampir jam 11.30, untung tidak menjadikanku pengkonsumsi darah tambahan alias transfusi.

    Memangnya yang salah giginya? Atau malah penjagalnya? Yang pasti di tengah-tengah operasi, efek biusnya sempat menghilang dan mengakibatkan aku harus disuntik ulang!! Bayangkan saudara-saudara, dengan gusi menganga dan muka yang sudah pucat pasi, si dokter akhirnya kembali menancapkan jarum suntik bius ke gusiku, hiks...
    Belum lagi, setelah hampir jam 11 siang, aku disuruh untuk meminum ponstan dan plasminex tablet dengan seutuh-utuhnya.. Mana bisa aku menelan 2 butir obat itu? Woy, sedang dioperasi nih, giginya saja belum keluar, ya terang saja tidak bisa dong. Dan lebih hebatnya lagi, tidak ada yang berinisiatif untuk menjadikan obat-obat itu sebagai puyer (helooww... harus pasien sendiri yang minta untuk dipuyerkan??)

    Dan akhirnya, saat yang ditunggu itu pun tiba. Si penggangu bisa dikeluarkan dengan deretan tang dan dongkelan gigi. Konon, alat paling keramat yang dipunyai oleh si dokter gigi pun ikut keluar. Tau rasanya seperti apa? Ketika dia menarik gigiku keluar, sepertinya rahang bawahku ikut goyang. Sungguh loh, sempat takut kalau-kalau memang rahangku pindah posisi.

    Lalu, ritual penjahitan gusi tidak lagi menakutkan bagiku. Selesai dengan muka bengep ala maling kampung yang habis dihakimi massa, mulutku hanya bisa mangap dan membuka ala kadarnya.

    Lebih sedihnya lagi, seminggu ke depan, aku betul-betul tidak bisa makan. Seminggu full makan bubur (sampai mual dan tidak mau makan rasanya) plus radang tenggorokan dan 2 buah sariawan besar yang menggembung di bekas jahitan (kurasa itu bekas 2x suntikan yang sebelumnya dilakukan) makin melengkapi penderitaanku. Walhasil, aku kehilangan 2kg berat badanku.

    Sabtu kemarin, jahitanku dilepas.. tapi bukan oleh drg yang dulu mengoperasiku (konon, dia jatuh hari seninnya dan kakinya harus digips selama sebulan.. kasian). Review dari si drg baru, jahitan mayoritas sudah menutup, tapi masih ada gusi yang terbuka sehingga akar gigi depan terekspos dengan bebas.
    Ya sekarang sudah bisa makan sih, tapi hasilnya, gigi depan yang ditabrak oleh si bungsu jadi ngilu setiap kali terkena minuman panas atau dingin. Nasib... memangnya harus seperti ini ya kalau operasi gigi geraham bungsu?

    Dulu dan sekarang memang beda...
    1 jam operasi dulu dibandingkan dengan 3 jam sekarang
    Hanya 3 hari tidak bisa makan dibandingkan dengan 1 minggu penuh (plus tambahan  minggu ini) hanya mampu makan bubur (itupun harus dipaksa)
    Dan lapangnya gusi setelah operasi dibandingkan dengan ngilu yang sekarang harus kualami setiap saat.

    Sial.... cry

     

    Posted at 03:56 pm by Hannyta

    Hanny
    July 16, 2008   12:59 PM PDT
     
    Yeap, betul sekali mas.
    Setelah selesai dioperasi, sempet lupa caranya mingkem loh, hehe :)
    blue
    July 15, 2008   02:24 AM PDT
     
    Buset!! tiga jam?

    sakit hati lebih baik. dari pada tiga jam dengan mulut mengangga.
     

    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry Home Next Entry