Kata siapa lebih baik sakit gigi daripada sakit hati?
Rekor terlama yang pernah dipegang oleh si penjagal gigiku pun tumbang ketika harus mengerjakan gigi sungsangku. 3 jam di kursi dokter gigi sangat mampu membuat ku mengucapkan rentetan panjang doa-doa. Payah
Dimulai dari 8.30 dan selesai hampir jam 11.30, untung tidak menjadikanku pengkonsumsi darah tambahan alias transfusi.
Memangnya yang salah giginya? Atau malah penjagalnya? Yang pasti di tengah-tengah operasi, efek biusnya sempat menghilang dan mengakibatkan aku harus disuntik ulang!! Bayangkan saudara-saudara, dengan gusi menganga dan muka yang sudah pucat pasi, si dokter akhirnya kembali menancapkan jarum suntik bius ke gusiku, hiks...
Belum lagi, setelah hampir jam 11 siang, aku disuruh untuk meminum ponstan dan plasminex tablet dengan seutuh-utuhnya.. Mana bisa aku menelan 2 butir obat itu? Woy, sedang dioperasi nih, giginya saja belum keluar, ya terang saja tidak bisa dong. Dan lebih hebatnya lagi, tidak ada yang berinisiatif untuk menjadikan obat-obat itu sebagai puyer (helooww... harus pasien sendiri yang minta untuk dipuyerkan??)
Dan akhirnya, saat yang ditunggu itu pun tiba. Si penggangu bisa dikeluarkan dengan deretan tang dan dongkelan gigi. Konon, alat paling keramat yang dipunyai oleh si dokter gigi pun ikut keluar. Tau rasanya seperti apa? Ketika dia menarik gigiku keluar, sepertinya rahang bawahku ikut goyang. Sungguh loh, sempat takut kalau-kalau memang rahangku pindah posisi.
Lalu, ritual penjahitan gusi tidak lagi menakutkan bagiku. Selesai dengan muka bengep ala maling kampung yang habis dihakimi massa, mulutku hanya bisa mangap dan membuka ala kadarnya.
Lebih sedihnya lagi, seminggu ke depan, aku betul-betul tidak bisa makan. Seminggu full makan bubur (sampai mual dan tidak mau makan rasanya) plus radang tenggorokan dan 2 buah sariawan besar yang menggembung di bekas jahitan (kurasa itu bekas 2x suntikan yang sebelumnya dilakukan) makin melengkapi penderitaanku. Walhasil, aku kehilangan 2kg berat badanku.
Sabtu kemarin, jahitanku dilepas.. tapi bukan oleh drg yang dulu mengoperasiku (konon, dia jatuh hari seninnya dan kakinya harus digips selama sebulan.. kasian). Review dari si drg baru, jahitan mayoritas sudah menutup, tapi masih ada gusi yang terbuka sehingga akar gigi depan terekspos dengan bebas.
Ya sekarang sudah bisa makan sih, tapi hasilnya, gigi depan yang ditabrak oleh si bungsu jadi ngilu setiap kali terkena minuman panas atau dingin. Nasib... memangnya harus seperti ini ya kalau operasi gigi geraham bungsu?
Dulu dan sekarang memang beda...
1 jam operasi dulu dibandingkan dengan 3 jam sekarang
Hanya 3 hari tidak bisa makan dibandingkan dengan 1 minggu penuh (plus tambahan minggu ini) hanya mampu makan bubur (itupun harus dipaksa)
Dan lapangnya gusi setelah operasi dibandingkan dengan ngilu yang sekarang harus kualami setiap saat.
Sial.... 