Rasanya sudah jutaan kali aku mendengar komentar sinis tentang profesi seorang sekretaris.
"Ih, kalau saya sih jangan sampe deh anak perempuan saya jadi pramugari atau sekretaris. Dikacungin orang terus" --> tetangga di ujung gang
"Ya ampuuunn.. udah jadi sekretaris, kerjanya di hotel, pulangnya malem terus lagi.. Emang beneran kerja ya?" --> orang bodoh yang punya pikiran picik
"Dari mana Ibu bisa segila itu untuk mengusulkan agar saya menjadi seorang sekretaris? Yang akan duduk di balik meja, tidak bepergian dari sana, mengurus ini-itu keperluan si bos, dan mengenakan setelan blazer dan rok mini?? She must be kidding! Karena demikian menyenangi kegiatan mengetik, bukan berarti harus menjadi sekretaris ‘kan?!" --> My God, bahkan ini kutemukan dari blog seorang teman sma ku dulu..
"Jadi sekretaris itu kan ga ngapa-ngapain ya? Cuma pegang telepon doang.. Kerjaannya apa sih? Santai-santai doang deh kaya'nya" --> one of my friend said this statement to me..
"Han, emangnya jadi sekretaris itu enak ya? Bisa jadi pacarnya bos dong?" --> stupid... this guy is really stupid..idiot..imbecile
Kenapa sih aku harus berhadapan dengan orang-orang bodoh berpikiran shallow yang menganggap bahwa profesi sekretaris itu sama dengan kacung? Or even worst, sekretaris adalah simpanan bos?
Sebelum aku mendebat panjang lebar dan malah menumpahkan uneg-uneg tidak berujung disini, mungkin harus diakui bahwa ada segelintir oknum pegawai bertitel sekretaris yang memang 'nakal'. Tapi toh, banyak juga kok profesi lain yang juga tidak kalah 'gatel' nya dibandingkan dengan profesi sekretaris.
Persepsi salah ini harus segera diluruskan.
Pertama-tama, coba tempatkan profesi sekretaris setara dengan profesi lain. Kalau memang takut dikacungin, toh selama kita belum jadi bos, maka selama itu kita akan terus diperintah oleh orang lain kan? Istilah kasarnya, ya dikacungin itu. Tidak perlu harus menunggu sampai menjadi sekretaris kok.
Kedua, TIDAK SEMUA sekretaris bekerja di belakang meja. Banyak juga sekretaris yang melanglang buana dan bekerja di lapangan.
Ketiga, sekretaris itu BUKAN simpanan bos. Buang jauh-jauh pikiran bahwa seorang sekretaris itu SELALU memakai rok mini dan berpakaian kurang bahan. Seorang sekretaris menjadi dekat dengan atasannya bukan karena mereka punya affair atau semacamnya. Mereka harus menjadi dekat karena sekretaris dapat dikatakan sebagai tangan kanan atasannya. Bahkan terkadang, seorang atasan bisa sangat tergantung pada sekretarisnya dalam urusan pekerjaan (seperti yang sekarang dialami oleh atasanku, hihihi).
Keempat, pekerjaan sekretaris itu bervariasi. Bukan seorang administrasi atau yang lebih kejam lagi, tukang ketik.
Apalagi dalam sebuah perusahaan besar dan multinasional, posisi sekretaris itu dekat dengan puncak kekuasaan dan mengakibatkan mereka harus mengerjakan, memutuskan sesuatu, dan mengurus berbagai masalah yang ada. Tidak heran, jenjang karir dari seorang sekretaris dapat mengarah ke Office Manager atau bahkan HR Manager.
Kelima, sekretaris yang baik HARUS seorang yang tactful. Dia harus tau bagaimana menghandle sebuah situasi dan menempatkan dirinya sebagai representasi dari si atasan itu sendiri.
Keenam, pendidikan sekretaris yang baik (dulu aku menempuh 3 tahun terberat di Tarki) TIDAK pernah mengajarkan murid-murid nya menjadi sekretaris bodoh yang hanya bisa 'yes no sir' saja. Coba saja kalian yang memandang rendah anak lulusan Tarakanita untuk kuliah disana. Yakin bisa lulus tepat 3 tahun tanpa harus ikut semester pendek (atau remedial course) dan mendapat IPK di atas 3?
Ketujuh, pada dasarnya semua pekerjaan pasti punya plus-minus nya tersendiri. Hormatilah profesi orang lain tanpa harus menjudge dan membuat penilaian tanpa pernah mencoba menjalaninya sendiri. Di balik seorang atasan yang sukses, percaya deh, pasti ada seorang sekretaris yang juga handal.
Lagipula, menjadi seorang sekretaris itu sangat menyenangkan kok. Buktinya, baru saja istri atasanku membawakan sekantong besar kerupuk kemplang dan cemilan untukku. Mau? 
Posted at 02:33 pm by Hannyta
 |  |  |
cUTE bunBun December 10, 2009 05:34 PM PST
hohoho, cikun, yang bisa berpendapat seperti itu pasti adalah orang yang belum pernah datang ke Jl. Percetakan Negara Raya No. C261-263, lantai 2, dan ke ruang sekretarisnya :P |
 |

 |  |  |
Hanny March 10, 2009 04:43 PM PDT
To olive: moga-moga sukses sama presentasi nya yah.. Thanks udah mampir.. sering2 aja kesini :P
To yola: emang tuh, orang lain kadang-kadang punya persepsi yang salah tentang profesi kita.. Tenang bu, tarik napas, hehehe :D |
 |

 |  |  |
Olive March 9, 2009 07:55 PM PDT
kak, aku setuju banget :)
seneng banged pas lagi nyari tugas convers buat mini presentation besok, ketemu blog alumnus tarki..:D
ganbatte ne!
:) |
 |

 |  |  |
yolaa November 29, 2008 02:56 PM PST
setujuu bgt tuhh maa artikel lo!! emgnya smua sekre kya "gitu" apa?! merekaa yg ngom kya gtu krn gtw apa2 dr kerjaan s'org sekre. klo toh ujungnya s'org sekre bkalan kya gtu, gw jg gg bkln mau deh cpe2 kuliah! hehe |
 |

 |  |  |
Hanny May 2, 2008 06:05 PM PDT
To Baron: Hihihi,gw khusus minta traktir nya sama elu doang.. hehehe :D |
 |

 |  |  |
bolz April 30, 2008 04:59 PM PDT
sekretaris bisanya minta di traktir mulu.. huheuheuhe... *peace* |
 |

 |  |  |
beni February 18, 2008 01:49 AM PST
hahaha...lucu. menarik banget. suka ama blog ini. ga tau sih gimana rasanya jadi seketaris. tapi bener, "pada dasarnya semua pekerjaan pasti punya plus-minus nya tersendiri. Hormatilah profesi orang lain tanpa harus menjudge dan membuat penilaian tanpa pernah mencoba menjalaninya sendiri". ^_^ lam kenal. |
 |

 |  |  |
enno February 13, 2008 02:21 PM PST
hm, hm... hanny sang sekretaris :p
tabahkan hatimu ya nak hehehe |
 |

 |  |  |
Hannyta February 13, 2008 08:13 AM PST
To Andrei: Thanks banget ;) Hari ini kerjaan belum seru, bos lagi di luar kota nih.. |
 |

 |  |  |
andrei-travellous February 13, 2008 06:05 AM PST
salut, tulisan kmu yang ini ak suka bangeeet, cara penyajian kmu juga bagus.
yang semangat Hannyta! anyway gimana kerjaan hari ini sekretaris? :p
|
 |