This is my thought, my inspirations, my world..
This is my blog, my home, wo de jia...
Enjoy..

   

<< March 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




Daisypath Anniversary tickers




My Previous Posts
  • Hampir satu bulan
  • The Vow
  • Perempuan oh perempuan
  • Here comes the links
  • Recapitulation
  • Sang finalis
  • A.K.A.P
  • Main hati
  • New phase
  • Kangen dia
  • The Backstabber (part 2)
  • Pujangga kata
  • Dear papa..
  • Caleg oh caleg
  • Blogging fellah, blogging....
  • The Backstabber
  • Kisah cinta masa lalu
  • The check list
  • Piring somplak
  • Mars and Venus
  • Imbas hujan di rumahku
  • Kabar terakhir
  • Birthday wishes
  • Suara kepala
  • Guardian angel
  • Satu hal penting
  • Pria
  • Percakapan di sore kemarin
  • Setelah seratus hari
  • Tips berkendara dengan angkutan umum
  • All these marriage things
  • Sex and the city
  • Let's cook some meal together :)
  • Since he's gone..
  • 224 mg/dl
  • Ternyata Tuhan sayang padanya
  • Till death do them apart
  • Girang hati di pagi hari
  • Things will never be the same again
  • 4 May 2008
  • Selamat jalan papa..
  • Kursi itu mungkin tidak cocok untuk kita
  • Dokter gratis, obat sama
  • Coretan senja
  • Dua jam sebelum pulang
  • Mimpi si burung kecil
  • Suatu hari di studio foto
  • Burung kecil di tepi sungai
  • Pria tanpa P
  • Panglima keluarga
  • Upcoming birthday
  • Sms orang (gila)
  • He's going home
  • The secrets of secretary
  • Bandar judi setahun
  • Silhouettee
  • Gigiku malang, gigiku sayang
  • Penjagal gigi
  • Alone
  • Falling in love
  • Yang aku mau
  • Things you should know if your plane crashes...
  • Goodbye to you
  • Pesawatku hampir transit
  • Late 2007 and early 2008
  • It's holiday babe..
  • Bumi yang semakin panas
  • Smell like hell
  • Just try...
  • Wartawan kurang ajar
  • !@#$%^&*&^$#@!
  • Wake up you moron.. Cigarette=Drug
  • Salah omong... salah dengar
  • If life is so short
  • Ceklokan merah
  • Nonton film
  • Say g'bye to friendster
  • Her wedding
  • Wodejia




    Tulisan-tulisanku boleh dicopy-paste, tapi mohon dicantumkan source nya atau di link ke http://wodejia.blogdrive.com.... Thank you ;)



    My other blogs
    Thoughts, inspiration, and the way i see something
    My multiply



    Links
    Andrei // Andi Eriawan // Blue // Brokoli Sehat // Enno // Kodok // Ninit // Putlies // Renungan Harian // Silly // Tusuk Gigi



    Email me



    Visitors counter
    hits
    Fans on the page











    Enhanced with Snapshots

    Add to Technorati Favorites

    KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

    Search Engine Optimization



  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed


    Thursday, March 06, 2008
    Pria tanpa P

    Entah bisa dikatakan ini sebagai bukti kesombongan perokok ibukota dan lemahnya UU Anti Rokok, atau hanya aku saja yang sedang sial.

     



    Semalam di perjalanan pulang dengan mikrolet dari Kampung Melayu ke rumahku di Bekasi (uncensored dialogue):

     

    --- Cis..asap langsung menyebar tepat di depan muka ku di dalam mikrolet yang sedang stuck di tengah kemacetan akibat hujan yang mengguyur kota ---

     

    “Pak, boleh tolong dimatiin ga rokoknya?”
    ”Emang kenapa?”
    ”Di angkutan umum kan ga boleh ngerokok”

    “Ah.. t*i loe.. Kalau di Jakarta emang ga boleh, ini kan di Bekasi”


    (sempat kaget tapi masih berusaha memasang tampang datar)

     

    “Loh, gimana sih pak? Ini kan masih di Jakarta Timur, belom sampai Bekasi”
    ”Dasar orang cina, pulang sono loe ke cina, belagu banget sok ngatur-ngatur”

     

    (dan sederetan kata-kata kebun binatang pun meluncur deras dari mulut nya)

     

    “Ih dasar orang gila”

     

    (lalu aku diam dan menggeser posisi dudukku yang memang persis bersebelahan dengannya.. Sialnya lagi, kondisi mikrolet itu sedang penuh oleh orang.. tapi mereka diam seolah tidak terjadi apa-apa. Dua pria yang duduk dipojokan mikrolet bahkan makin menempelkan earphone mereka ke kuping. Satu lagi bukti makin individualistis nya masyarakat Jakarta)

     

    Aku membuang muka darinya dan berusaha tidak terpancing untuk ikut marah-marah. Suasana sempat hening…

    Lalu ketika kursi di sebelah supir kosong, aku langsung berinisiatif untuk pindah ke depan..

     

    Ketika aku akan pindah..


    ”Kalo’ laki udah gue gampar loe, dasar cina, a***ng, b**i... Pindah sono ke depan biar ga ngerasain asep rokok gue. Jangan naek angkutan umum, naek taksi aja. Gue pukul mati loe”
    ”Anehhh”

     

    Lalu aku pun pindah ke depan. Dari kaca spion kuintip, pria (yang sebenarnya sangat tidak pantas disebut pria karena tidak punya 'P' dan berani memaki-maki perempuan dengan semua sebutan yang sebenarnya tidak pantas) itu masih menatap ke arahku dengan tajam.

     

    Aku sempat takut dia akan memukulku. Jujur, rasanya ingin sekali kutampar mulutnya sambil berkata ‘Jaga omongan loe’. Tapi kok ada perasaan takut ya? 

    Rasanya, segala perasaan kesal dan takut yang bercampur menjadi satu membuatku tidak berani untuk balik membentak dirinya. Sempat kukuatkan tekad untuk memukulnya balik dengan benda apapun sekiranya dia berani menyentuhku.

     

    Ketika aku akan turun, dia masih menatapku dengan tatapan benci. Aneh, betul-betul orang yang aneh. Lah wong ditegur baik-baik untuk tidak merokok, kenapa dia malah mengamuk dan mengancam akan memukul?
    Itu tanda bahwa semua plang 'larangan merokok' lengkap dengan perda dan peraturan-peraturan pemerintahnya (plus ancaman denda Rp50jt) adalah bulls**t semata.

     

    Mana ada peraturan itu dijalankan? Hoi pemprov DKI Jakarta, bukti nyata kegagalan kalian itu ada di depan mata. Di mall-mall pun masih banyak orang yang merokok di ruangan yang dikategorikan sebagai tempat umum.

     

    Dan untuk orang sinting yang kemarin memaki-maki diriku, semoga efek buruk merokok cepat dihadapi oleh tubuhmu. Uh, kesal sekali. Efek dari rasa kesal itu pun sukses membuatku tidak bisa tidur semalaman. Huh, kesal Hurmph

    Posted at 11:53 am by Hannyta

    Hanny
    March 11, 2009   10:55 AM PDT
     
    To olive: Tenang darling, hehehe, take a deep breath :P
    Olive
    March 9, 2009   07:54 PM PDT
     
    ih, annoying banged siy.
    buat anak tarki yang M.29holic *haha*, bisa ikut merasakan penderitaan yang sama, waktu ktemu orang" ga tau diri yang mirip tuh bapak :(
    pipit
    April 25, 2008   10:45 PM PDT
     
    sabar ya Han, hadapi orang bejat kayak begini. nggak usah kepancing emosi. nggak level. jelas dia orang yang berwawasan sempit!
    Hannyta
    April 9, 2008   12:06 PM PDT
     
    To David: Thx untuk dukungannya, emang kalau ga pakai akal sehat, waktu itu udah aku lawan dia dengan sekuat tenaga.. tapi kata orang jawa, sing waras ngalah, artinya, yang waras berarti yang mengalah :)
    David
    April 8, 2008   12:15 AM PDT
     
    Wahh ...
    emossiii gw.
    Gw paling ngga suka ngeliat cowo yang sok jago sama cewe, coba sini ngomong sama gue yang laki2 juga, berani ngga?

    Gw dulu ngerokok, dan kalau naik angkot kadang2 ngga tau diri ngerokok juga.

    Thanks God suatu hari gue bisa berhenti ngerokok. Sekarang kalau memang kebetulan naik angkot, gue baru sadar kalau ngeriokok di angkot itu sangat mengganggu. Oleh karena itu gue sekarang rajin negor orang yang ngerokok di angkot.

    Jangan kapok untuk negor orang yang seenaknya seperti itu Han, .. gue dukung sedukung2dukungnya :D ... dan kalau sampai ada yang kurang ajar seperti di angkot tadi, mending kasih senyum aja terus minta maaf biar dianya ngga enak. Sebenernya gue ingin menyarankan lu untuk gampar dia dan semprotin pepper spray lu ke matanya, bilang aja sama orang2 kalau dia kurang ajar sama lu, tapi ... kok hati ngga damai ya :)

    Ampuni saja lah...:)
    Gbu
    Hannyta
    March 10, 2008   12:53 PM PDT
     
    To all: Hehehe, tenang sodara-sodara... Beuh, waktu itu sih sebelnya sampe ke ubun-ubun, tapi sekarang udah ga kesel lagi kok. Lagian, sekarang aku selalu bawa pepper spray untuk jaga-jaga dari orang aneh kaya' gitu lagi :)

    To kambingoranye: Nah kalo' semua perokok punya sikap kaya' kamu gitu kan enak, dunia akan lebih damai, hehehe :) Met kenal juga..
    Andrei-travellous
    March 7, 2008   08:52 PM PST
     
    Aarrrgggh!!!! klo gue saat itu ada bersama lo, udah gue gampar tuh orang! serius! Rasis bgt sih, kayak dia aja yg punya Jakarta!

    Heh! kok gue masih panas aja yah? Liat aja ntar juga kena batunya dia!
    tp yang paling gobloknya itu penumpang yg lain juga sama bodohnya! Individulis sekali, mau jd apa negara kita ini nanti?

    Maap saya emosi sekali!
    kambingoranye
    March 7, 2008   03:28 AM PST
     
    saya juga perokok. tapi untungnya ga sampe kecanduan.

    walaupun begitu, saya merokok hanya di kamar ato di tempat2 yang sesamanya juga ngerokok :D

    met kenal ya!

    btw, tu cowo bukan "cowo" tuh! tidak berpendidikan! :D
    enno
    March 6, 2008   08:26 PM PST
     
    Ih jadi ikut sebel bacanya. Orang gila tuh han... gak usah dipikirin. sabar ya.... :)
     

    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry Home Next Entry