Efek dari ditinggal bos seharian penuh:
- Dari 2 hari yang lalu, perutku sudah ngidam dengan an ordinary menu. Dan tiba-tiba, hari ini keinginan untuk makan bakmi ayam -- yang *sumpah* enak banget di daerah Kwitang -- jadi sangat menggebu
- Namanya memang kurang elit: "Bakmi Kwitang", tempatnya di gang sebelah Bank Niaga di daerah Kwitang, Jakarta Pusat. Sepertinya si pemilik kedai sudah kehabisan ide untuk memberikan nama untuk tempat jualannya sehingga memberikan nama yang (untungnya) jelas-jelas memberikan hint tentang lokasi kedai tersebut.
- Harusnya hal ini bisa diselesaikan dengan membeli seporsi bakmi ketika nanti pulang kantor.. tapi sialnya, si penjual mi cukup sombong dengan hanya membuka kedai nya dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore
- Harusnya lagi, aku bisa kesana ketika makan siang dan menuntaskan hasrat yang sudah terpendam selama 2 hari ini. Tapi sayang tidak bisa karena nanti dikira mencuri jam istirahat ketika bos sedang tidak ada (kami sekantor makan ala katering yang bisa dilakukan di meja kerja masing-masing.. jadi tidak ada alasan untuk makan siang keluar)
- Dan lebih sedihnya lagi, hari ini meja kerjaku betul-betul kosong karena tidak ada kerjaan sehingga bayangan semangkok hangat mi kenyal-lembut-lezat dengan potongan daging ayam besar-besar dan kuah panas mengepul plus 3 buah pangsit rebus terus membayang-bayang di kepalaku.
- Solusi akhir, seorang teman yang kebetulan akan main ke GKI Kwitang, kupaksa untuk membungkuskan mi tersebut untuk nanti aku ambil ketika pulang kantor.
Duh, deg-deg an. Semoga mie itu berhasil dibungkuskannya. Kalau tidak, air liurku bisa menetes terus plus tampang mupeng lapar mie yang tetap bertengger di mukaku; dan malah dua jam sisa waktu kerja ku di kantor akan makin tidak terarah.
Dengan membuat postingan ini saja aku makin tidak konsentrasi karena ingin segera melahap mie ayam itu.. oh merananya...Oh God