This is my thought, my inspirations, my world..
This is my blog, my home, wo de jia...
Enjoy..

   

<< April 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




Daisypath Anniversary tickers




My Previous Posts
  • Hampir satu bulan
  • The Vow
  • Perempuan oh perempuan
  • Here comes the links
  • Recapitulation
  • Sang finalis
  • A.K.A.P
  • Main hati
  • New phase
  • Kangen dia
  • The Backstabber (part 2)
  • Pujangga kata
  • Dear papa..
  • Caleg oh caleg
  • Blogging fellah, blogging....
  • The Backstabber
  • Kisah cinta masa lalu
  • The check list
  • Piring somplak
  • Mars and Venus
  • Imbas hujan di rumahku
  • Kabar terakhir
  • Birthday wishes
  • Suara kepala
  • Guardian angel
  • Satu hal penting
  • Pria
  • Percakapan di sore kemarin
  • Setelah seratus hari
  • Tips berkendara dengan angkutan umum
  • All these marriage things
  • Sex and the city
  • Let's cook some meal together :)
  • Since he's gone..
  • 224 mg/dl
  • Ternyata Tuhan sayang padanya
  • Till death do them apart
  • Girang hati di pagi hari
  • Things will never be the same again
  • 4 May 2008
  • Selamat jalan papa..
  • Kursi itu mungkin tidak cocok untuk kita
  • Dokter gratis, obat sama
  • Coretan senja
  • Dua jam sebelum pulang
  • Mimpi si burung kecil
  • Suatu hari di studio foto
  • Burung kecil di tepi sungai
  • Pria tanpa P
  • Panglima keluarga
  • Upcoming birthday
  • Sms orang (gila)
  • He's going home
  • The secrets of secretary
  • Bandar judi setahun
  • Silhouettee
  • Gigiku malang, gigiku sayang
  • Penjagal gigi
  • Alone
  • Falling in love
  • Yang aku mau
  • Things you should know if your plane crashes...
  • Goodbye to you
  • Pesawatku hampir transit
  • Late 2007 and early 2008
  • It's holiday babe..
  • Bumi yang semakin panas
  • Smell like hell
  • Just try...
  • Wartawan kurang ajar
  • !@#$%^&*&^$#@!
  • Wake up you moron.. Cigarette=Drug
  • Salah omong... salah dengar
  • If life is so short
  • Ceklokan merah
  • Nonton film
  • Say g'bye to friendster
  • Her wedding
  • Wodejia




    Tulisan-tulisanku boleh dicopy-paste, tapi mohon dicantumkan source nya atau di link ke http://wodejia.blogdrive.com.... Thank you ;)



    My other blogs
    Thoughts, inspiration, and the way i see something
    My multiply



    Links
    Andrei // Andi Eriawan // Blue // Brokoli Sehat // Enno // Kodok // Ninit // Putlies // Renungan Harian // Silly // Tusuk Gigi



    Email me



    Visitors counter
    hits
    Fans on the page











    Enhanced with Snapshots

    Add to Technorati Favorites

    KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

    Search Engine Optimization



  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed


    Monday, April 21, 2008
    Dokter gratis, obat sama

    Baru kali ini, selama 25 tahun terakhir, aku merasakan yang namanya Pengobatan Gratis!!
    Betul sodara-sodara, tidak salah baca. Memang betul ada yang namanya pengobatan gratis untuk rakyat jelata macam kita-kita ini.

    Kisahnya dimulai dari pusing kepala, badan demam dan tenggorokan rasa terbakar yang kurasakan dari selasa malam sehingga mengakibatkan aku terpaksa harus tidak masuk kantor selama satu hari.

    Sebenarnya sempat kusadari bahwa sakit ini bukanlah sakit yang parah, hanya body yang sedang kecentilan yang ingin diistirahatkan barang sehari di tengah minggu (a.k.a. males, hehe). Oleh karena itu, daripada makin dicekoki dengan segala obat-obatan keras nan paten dari dokter langganan, kuputuskan untuk berobat ke Puskesmas.

    Tepat pukul 9.30 pagi, aku berjalan sendiri ke Puskesmas dengan tentunya diiringi kicauan panjang pendek ibu ku yang menyuruhku segera berangkat sebelum jam 10 (karena mereka tutup jam 10 pagi --> bagi siapa pun yang sakit diatas jam 10, diharapkan untuk datang kembali keesokan paginya - kalau masih hidup, hehe -. Dan tentu saja, hari libur dan hari minggu tutup).

    Sampai disana, banyak sekali kulihat anak-anak yang memakai kacamata hitam berlarian mondar-mandir. Bukannya mereka bergaya, tapi mata merah mereka yang sedang sakit mata memang harus ditutup.
    Kusodorkan kartu anggota puskesmas (keren kan puskesmasnya? Ada member card segala loh, hehehe, walaupun satu kartu digunakan ramai-ramai untuk sekeluarga) dan oleh mas-mas penjaga loket langsung diberikan buku periksa yang harus diserahkan ke ibu dokter di ruangan sebelah.

    Belum panas pantat ini duduk menunggu di ruang tunggu, tiba-tiba dari dalam ruang praktek, namaku sudah dipanggil oleh seorang mbak-mbak -- yang kurasa adalah seorang suster tapi tanpa seragam -- dan diminta langsung masuk kesana.

    Hati ini sempat riang karena pelayanan yang sangat cepat dan tidak perlu menunggu lama. Tapi memang harusnya aku sudah curiga, karena begitu masuk ke ruangan praktek, disana berjejer pasien yang berdiri seperti akan digilir!

    Jadi ternyata, dalam ruangan ukuran 3x5 meter persegi itu ada seorang dokter, seorang suster (tanpa seragam alias berpakaian preman), dan lima orang pasien berdiri menunggu dada masing-masing di-stetoskop. Betul teman-teman, tidak salah baca. Bukan diperiksa satu-satu seperti umumnya praktek dokter, tapi kami berlima (LIMA ORANG!!) dijejer untuk diperiksa secara masal.

    Bukannya aku bermasalah dengan pemeriksaan umum (yang betul-betul diartikan secara harafiah), hanya saja mana mungkin aku harus membuka baju atasan untuk diperiksa oleh si dokter? Suasana agak ricuh karena dari kelima pasien yang ada di dalam ruangan tersebut, masih dibawa pula 2 orang anak berkacamata hitam (sedang sakit mata maksudnya) yang berlarian kesana kemari.

    Oke, kurang lebih dialog seperti ini:

    (Bu dokter sedang menempel-nempelkan stetoskopnya ke dada seorang bapak-bapak yang duduk di kursi pojokan)
    (Mbak suster mulai mengatur kami berlima plus 2 anak kecil untuk berdiri memunggungi tembok sambil mengukur tensi ibu-ibu yang duduk di depan muka ku)

    Dr: "Oke pak, kenapa? Batuk? Susah napas?"
    Pasien 1:
    "Iya dok, semalem ga bisa tidur karena batuk terus"
    Dr: "Ini kasih resep ke sebelah ya" --> setelah melakukan diagnosa kurang dari 5 menit!
    Suster: (kepada ibu-ibu yang baru diambil tensinya) "Bu, geser duduknya ke depan dokter. Pak, ayo sini saya tensi" (langsung melempar pandang ke bapak-bapak disebelahku)
    Dr: "Gimana bu? Asam urat ya? Ini bengkak-bengkak tangannya" (sambil menempel-nempelkan stetoskop dan mulai menulis resep, hehe, padahal si ibu masih belum berucap satu patah kata pun). "Coba ibu bawa resep ini ke sebelah" (si Ibu hanya melongo dengan bingung, namun dia menuruti permintaan bu Dokter)

    Begitu seterusnya sampai tiba giliranku (yang masih diselak oleh dua krucil nakal berkacamata hitam). Didasarkan pada hasil pengamatanku atas dua pasien sebelumnya, maka i also tried to make it quick. Sebelum diriku juga diberi resep yang entah apa (saking cepatnya si dokter membuat diagnosa), langsung kukatakan bahwa diriku radang tenggorokan disertai dengan demam sesorean (kok malah pasien sendiri yang membuat diagnosa ya?)

    Si dokter cuma mengangguk-angguk kecil, menempelkan stetoskop di dadaku (tanpa melepas pakaian tentu saja), dan langsung membuat resep. Hehe, tepat seperti dugaanku..

    Obat kuambil di ruang sebelah. 5 macam obat berwarna-warni dengan salah satunya berbentuk seperti obat APC-nya orang Belitong (menurut buku Laskar Pelangi) yang adalah antibiotik. Kuintip orang-orang lain yang sedang mengambil obat, dan kudapati mereka SEMUA juga mendapatkan si obat putih besar yang sama seperti yang kudapat. Ternyata obatnya pukul rata sama semua apapun jenis penyakitnya Big Smile

    Gratis sih memang, tapi ya itu, pelayanannya jadi super duper express.
    Namun hebatnya lagi, hanya dua kali kuminum 'obat semua penyakit' itu, tenggorokanku langsung membaik dan badanku tidak demam lagi.

    Pokoknya, dengan segala kejadian di Puskesmas itu, jadi bertambah-tambah cintaku dengan kota Bekasi, heheAngel

    Posted at 04:14 pm by Hannyta

    tri
    April 25, 2008   07:15 PM PDT
     
    yeah..
    konon katanya, kalo punya knowledge tentang medicine, paling2 kita dikasi antibiotik murah (baca: generik), tambah doping multivitamin harga ekonomis.. Kalo ada keluhan lain, semisal nyeri, dikasi antinyeri.. ada keluhan sakit lambung, ditambah obat maag.. ati2 kalo ke klinik yang notabene dokternya masih "freshgraduate", diagnosanya kadang masih agak luas jangkauannya.. gw sakit di ulu hati sama diare, dikasi obat maag sama enzym. Kebetulan bos gw dokter (dokter hewan tapinyah..) bilang, kalo saya jadi kamu saya ketawa, loh dok, saya sakitnya di lambung apa di usus?

    Hati2 juga sama obat yang diminum sebelum atau sesudah atau sesudah makan.. obatnya asam, diminum sesudah makan.. kalo makannya susah, kasi promag dulu biar lambungnya lebih basa dan kuat nelen obat yang jenisnya asam.. tapi jangan dikasinya mylanta, karena katanya cara kerjanya beda.. mylanta baiknya diminum sesudah makan..

    akhirnya kita yang ga ngerti obat2an manut aja ama dokter.. mungkin ga ada salahnya cari2 informasi tentang jenis2 obat yang umum dan diskusi sama dokter..

    Gw hobi soalnya nyecer dokter sama macem2 pertanyaan2.. sampe jutek tu dokter.. hahaha.. biarlah..
    Hannyta
    April 24, 2008   12:58 PM PDT
     
    To Andrei: Yap, dengan antibiotik itu, apapun juga sembuh, hehehe..obat masal gitu loh :)

    To Enno: Seru loh mbak, apalagi udah gratis sembuh pula, hehehe
    enno
    April 22, 2008   11:40 AM PDT
     
    wah belom pernah ngrasain berobat gratis! boleh juga tuh buat pengalaman seru :D
    travellous
    April 21, 2008   06:56 PM PDT
     
    Hihihi ak ngakak aja ngebayangin kamu di jejer lima utk diperiksa! gak kebayang, untung ga disuruh lepas baju. Xixixixi gak kebayang ak Hanny! *kalo iya ak pasti berharap satu ruangan ma kmu* :p

    any way ternyata intinya, penyakit hilang karena pil APC! Sigh!
     

    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry Home Next Entry