Ada yang suka nonton bioskop?
Aku yakin pasti banyak sekali yang akan mengacungkan tangan.. Bahkan mungkin, akan terjadi paduan koor yang sama-sama bilang "iyaaahhhhh"
Then, pertanyaan kedua.... Ada yang ga suka nonton bioskop?
Nah, ini adalah pertanyaan langka yang pasti tidak akan ada yang setuju. Lah wong disuruh bayar sendiri saja orang-orang masih semangat berduyun-duyun pergi ke bioskop kok.. apalagi misalnya dibayarin oleh orang lain? Pasti semua orang akan dengan serempak sontak pergi kesana..
Tapii.. ada tapinya nih.. Ada seseorang yang aku tau, sama sekali tidak suka dengan bioskop.
Jreng..jreng.. perkenalkan.. sepanjang sejarah 24 tahun aku hidup di dunia ini, orang yang tidak suka nonton di bioskop adalah...KOKO KU a.k.a PACARKU
Huaaaaaa... kalau saja ada emoticon yang menangis meraung-raung, pasti itu yang akan kupakai...
Tidak terdeskripsikan rasanya punya seorang pacar yang tidak suka nonton. Padahal, bisa jadi bagi sebagian orang, nonton adalah aktivitas terpenting yang dilakukan oleh couple ketika mereka masih pacaran (atau bahkan ketika sudah menikah)... Memang dasar kurang beruntung saja, pacarku sendiri malah tidak suka nonton di bioskop (walaupun aku yang traktir pun dia tetap bergeming pada pendiriannya... tidak mau nonton di bioskop) 
Selama 2,5 tahun aku berpacaran dengannya, hanya 1 kali kejadian kami nonton bersama... Itu pun karena aku bujuk dengan segala cara supaya dia mau ikut bersamaku. Waktu itu kami nonton Harry Potter and the Goblet of Fire... Hm, rasanya ingin kuikat dia di kursi biskop.. Dia bergoyang terus dan selalu mengeluh bahwa lehernya tidak enak lah, punggungnya sakit lah, ingin ke WC lah, etc..etc... Belakangan, dia bilang bahwa dia tidak paham akan inti cerita dari Harry Potter!! Whatt????
Aku pun belum jera. Dua hari yang lalu aku ajak dia untuk nonton sebuah film yang kurasa sangat pas untuk ditonton oleh couple.. License to Wed - film komedi romantis yang diperankan oleh Robin Williams kurasa bisa masuk ke pikiran si doi dibandingkan dengan Harry Potter.
Tapi tunggu dulu... tentu saja tidak semudah itu prosesnya. Aku harus melakukan aksi ngambek dan ancaman2 maut selama kurang lebih 2 minggu sebelumnya agar dia mau pergi nonton denganku. Bujukanku berhasil dan kami pun pergi menonton bersama di La Piazza
Semuanya berjalan lancar hingga.. tunggu dulu....
Ketika film dimulai, terlihat koko ku mulai bertingkah. Aku tau, pasti dia merasa leher dan punggungnya tidak nyaman.. Namun dirinya menikmati film tersebut. Bahkan, tertawanya lebih keras daripada aku loh, hehe
Tadinya kukira, kali ini aku telah sukses membuat dia enjoy menonton di bioskop, dasar koko... ketika film selesai, bukannya komentar tentang film itu yang kudengar, melainkan wajah flat yang biasa dia tunjukkan jika dia tidak merasa excited akan sesuatu... Ternyata bagi dia, ketidaknyamanan menonton disana tidak bisa terkalahkan oleh bagusnya film yang ditonton...
Yahhh... biar bagaimanapun, memang tidak bisa diharapkan.. Dia akan selalu begitu.. Koko ku yang ajaib 
Posted at 02:01 pm by Hannyta