Usianya masih 20 tahun ketika dikenalkan oleh temannya, seorang pemuda dari rantau yang sudah lebih dulu beredar lama di Jakarta. Dua tahun berpacaran, akhirnya dia pun menerima pinangan dari pemuda tersebut, walaupun beda usia antara keduanya mencapai 13 tahun.
Baginya, pemuda itu adalah cinta pertama dan terakhirnya. Tidak pernah dia menjalin kasih dengan orang lain sebelum maupun setelahnya.
Dua puluh tujuh tahun berlalu bersama
Dalam suka dan duka, dalam senang dan sedih, dalam sehat dan sakit.
Keluarga mereka tidak pernah berkelimpahan materi, walaupun tidak pernah merasa kekurangan. Semuanya serba cukup, tidak lebih tidak kurang. Namun hal itu tidak sedikit pun mengurangi kadar cinta di antara mereka. Bagaikan perhiasan 24 karat, pernikahan mereka makin bersinar dari tahun ke tahun.
Bukannya bahtera rumah tangga mereka tidak pernah digoyang riak air laut. Dia dan pasangannya bukan sepasang sejoli yang selalu bermesraan. Bahkan, mereka cenderung melempar candaan yang saling meledek satu sama lain. Tapi siapapun yang melihat cara mereka memandang, akan terpana dan sadar, bahwa mereka sungguh saling mencintai.
Dua puluh tujuh tahun bersama
Belum pernah sekalipun mereka saling menyakiti. Memaki ataupun lemparan perabotan yang sering ditunjukkan di sinetron-sinetron Indonesia tidak muncul di keluarga mereka.
Mereka setia satu sama lain, seperti matahari dan bulan yang selalu muncul siang dan malam, mereka setia.
Dua puluh tujuh tahun bersama
Mereka makin meneguhkan pernikahan mereka ketika pada tahun 2002 mereka mengucapkan ulang janji setia perkawinan. Saat itu, tidak ada yang lebih menyentuh hati dibandingkan dengan genggaman tangan dan tatapan mata mereka.
Sampai akhirnya.. dua puluh tujuh tahun bersama
Maut menjemput salah satu dari mereka, tanpa firasat dan tanpa bicara. Secepat jentikan jari, sang algojo mengambil dan menyudahi tali pernikahan.
Tapi seperti ikrar pernikahan yang sudah mereka ucapkan ketika pertama kali memutuskan untuk hidup bersama, mereka tidak pernah mengingkari sumpah mereka.
Bersama selama dua puluh tujuh tahun, sampai maut memisahkan.
Till death do them apart...
Didedikasikan untuk Papaku (Alm.) dan mamaku
Untuk cinta mereka yang abadi, meski raga tak lagi bersama
Untuk kesetiaan yang mereka tampilkan di depan kami, anak-anaknya
Untuk semua rasa sayang yang diajarkan kepada kami
Terima kasih