Adalah 4 perempuan 'ex-single' dari New York yang sekarang ini sedang mengguncang para pencinta film (dan tentu saja fashionista) di Indonesia.
Carrie, Miranda, Samantha, dan Charlotte; empat sekawan yang mampu menyeret kakiku untuk menyaksikan aksi mereka di bioskop, setelah sekian lama vakum tidak kesana semenjak film Die Hard akhir tahun lalu.
Untuk mereka yang sudah mengetahui cerita SATC pasti akan tetap ter-"ooh dan ahh" dengan segala pernak pernik fashion yang mereka kenakan. Ceritanya masih seputar seks, namun kini lebih diwarnai dengan bumbu-bumbu kehidupan perempuan diatas 40 tahun. Tampaknya, anggapan "Life begins at forty" adalah kalimat yang pas untuk menggambarkan SATC the Movie ini.
"For thine, for me, for us".. duh, begitu mendengar kata-kata ini diucapkan oleh Mr. Big kepada Carrie, sontak seluruh bioskop yang mayoritas isinya dipenuhi oleh perempuan-perempuan muda histeris. Jangankan mereka, aku saja langsung klepek-klepek dibuatnya. Yakin seyakin-yakinnya, di dalam pikiran perempuan-perempuan ini, mereka sedang membayangkan arjuna mereka yang mengatakan kalimat tersebut.
Bukannya mau bersikap skeptis.. tapi come on, get real girls.. It's just a movie! Dalam kenyataannya, hanya satu berbanding sejuta yang bisa mendapatkan pria seperti Mr. Big. Mapan, tampan, charming, romantis, dan - walaupun sempat bimbang - bersedia menerima Carrie apa adanya.
I marry you for what you are.. *zedigghh*.. Pingsan lah kami se-theather, hehe..
Keromantisan yang muncul di film itu tidak semuanya berbentuk verbal. Ada beberapa hal yang justru kulihat sebagai hal yang sangat romantis. Walaupun aku adalah penentang terbesar perselingkuhan, tapi entah mengapa dalam kasus perselingkuhan suami Miranda, kukatakan 100% adalah kesalahan si perempuan keras itu. Bukannya apa-apa, terlihat jelas di wajah si pria, betapa dia menderita dan tidak mau membohongi istrinya. Sedangkan Miranda? Well, bagi SATC lovers yang mengenal baik karakter tersebut, pasti akan langsung dapat menebak bahwa tidak ada second chance for him.. It has to be over, period.
Menurutku, dari semua itu, ada sisi romantis yang berusaha ditampilkan oleh sang sutradara dalam kasus perselingkuhan suami Miranda. Bagaimana dia berusaha mendapatkan kembali hati Miranda dan penderitaan yang dialaminya ketika mereka break, juga ketika Miranda luluh; itu yang bagiku sangat romantis.
Apa yang membuat keluarga Miranda hampir bubar jalan, juga harus dilihat. Inti dari film SATC - seks - adalah penyebab utama dan itu pula yang akhirnya membuat Samantha, dalam usianya yang ke-50 (bayangkan, dalam usia aslinya yang pastinya lebih dari 50 tahun, Kim - pemeran Samantha - masih sangat menggiurkan ketika beradegan half-naked with sushi all over her body. Terbayang berapa juta dollar yang dihabiskannya untuk mendapatkan tubuh sebagus itu? hehe) harus memutuskan hubungan dengan si model tampan yang bahkan telah menemaninya dalam duka kemoterapi. Tapi memang bukan Samantha namanya jika dia harus setia pada satu pria.. Salah satu kisah yang sangat jarang ditemui dalam perfilman manapun, ditampilkan secara apik dalam SATC ini.. Girls can ruin men too! 
Sebenarnya, dari semua tokoh SATC, yang paling hinggap di benakku adalah Charlotte. Seorang perempuan lugu dengan kehidupan keluarga (dan tentu saja.. sex life) yang bahagia dan sangat setia kawan. Terlihat bagaimana dengan perut gendutnya yang sudah pecah ketuban, dia bersikeras tidak mau ke rumah sakit, hanya karena harus menumpangi mobil Mr. Big yang sudah menyakiti hati Carrie.
Akhirnya, dalam film ini segala kehidupan glamour ala bintang dikeluarkan dengan sempurna. Kisah persahabatan mereka pun diramu dengan sangat apik. Juga tidak lupa cerita percintaan keempat tokohnya digambarkan dengan dewasa dan khas SATC.
Walaupun kusarankan film ini untuk ditonton juga oleh pria, supaya mereka tau apa yang sebenarnya ada di pikiran para perempuan, tetap saja, itu hanya film. Kenyataannya? Tidak semua orang bisa mendapatkan kekasih yang super romantis dan baik hati plus sahabat-sahabat setia yang terus menemani selama puluhan tahun. Setidaknya hal-hal itu tidak pernah berlaku bagiku..
Hm, i start to think like Miranda's, "You two are crazy if you decide to get married"..
Wah gawat nih!