Percayalah teman, malaikat pelindung itu memang ada. Setidaknya itulah yang bisa kusimpulkan dari insiden 'kecil' yang terjadi padaku kemarin pagi.
Hanya karena lengan kekar si abang kondektur yang tidak kuat menarik tanganku naik ke atas bis Patas 122 (memangnya aku seberat itu?), badanku ini sempat terseret di aspal terminal bayangan Jatibening sejauh 3m lebih dengan kondisi bis yang sedang berjalan. Tidak habis pikir dan tidak ada wangsit apapun malam sebelumnya, bahwa pagi itu aku akan berhadapan langsung 'back to back' dengan hotmix.
Namun herannya lagi, diantara teriakan penumpang bis lain yang sempat sayup-sayup kudengar, supir bis sama sekali tidak menghentikan laju kendaraannya. Tetap saja, aku tersaruk-saruk dengan punggungku yang (untungnya) dilengkapi backpack bermuatan penuh, tangan kiriku yang menenteng kotak sepatu, dan tangan kananku yang masih dipegang erat oleh abang kondektur supaya tidak lepas dan berguling ke belakang.
Rasanya seperti lamaaaa sekali sebelum akhirnya supir bis itu sadar ada seorang manusia yang berjuang untuk bisa bangun dari jatuhnya. Lalu yang bisa kulakukan kemarin cuma menutup mata sambil berusaha untuk bisa berdiri dan mengikuti gerak laju si bis. Tapi sialnya tidak bisa. Yang ada, aku cuma mencoba melawan dengan sia-sia gaya gravitasi yang sebelumnya membuatku terseret-seret dengan pantat dan sebagian punggung badan sebelah kiri di aspal.
Betul-betul pengalaman yang tidak oke 
Setelah bis berhenti dan bokongku didorong oleh entah siapa supaya bisa naik ke atas bis, yang langsung kurasakan cuma kaki yang terus bergetar dan mata pedih karena ingin menangis. Bukannya cengeng, tapi coba saja rasakan dulu pengalaman terseret bis. Aku yang biasanya galak tidak ketulungan ini pun tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun untuk mengomeli supir dan kondektur.
Untungnya banyak ibu-ibu sesama penumpang yang bisa mewakili aspirasiku dan memarahi supir yang cuma memasang tampang kecut. Bagaimana mungkin dia tidak melihat ada orang yang terseret dan tidak berhenti? Memangnya spion bis cuma jadi pajangan?!
Percayalah teman, malaikat pelindung itu memang ada.
Dari kejadian 'terseret bis' yang tidak asoy itu, kurasa guardian angel ku pasti bekerja dengan ekstra keras kemarin.
Kalau tidak, mana mungkin kejadian itu tidak menimbulkan luka yang berarti? Hanya baretan minor di siku dan lutut sebelah kiri, itupun kalah jauh dibandingkan dengan kejadian 2 tahun lalu dimana aku pernah nyungsep di rel kereta api ketika mengejar kereta yang hampir berangkat.
"Ohh.. lukanya cuma segitu ya neng?", dan itu yang dikatakan oleh kondektur kampret setelah melihat lecet-lecet kecil di kakiku. Kurang ajar sekali kan? 
Lantas mulai dari kemarin, aku yakin seyakin-yakinnya bahwa guardian angel itu benar ada.. Untunglah, thanks God
Posted at 04:12 pm by Hannyta
 |  |  |
Name September 9, 2008 06:39 PM PDT
Aku juga percaya kita semua punya Guardian Angel. Sama percayanya aku dengan bisikan kata hati. |
 |

 |  |  |
Hanny September 5, 2008 01:30 PM PDT
To andrei: hehehe, tenang ndrei, aku gpp kok, untung masih ok2 aja :D
TO mas blue: Emang tuh sopir, aku rasa ngambil SIM nya di pasar induk tuh, makanya nyetirnya ngaco :) |
 |

 |  |  |
travellous September 4, 2008 01:30 AM PDT
Arrrrggh! sopir sialan! Waduuh ak yang baca jadi khawatir bgt walau luka ga parah, tapi tetep kesalahan si sopir yang fatal, untunglah kmu masih dilindungi Han! |
 |

 |  |  |
blue August 30, 2008 06:48 PM PDT
ya ampun, itu sopir bisa nggak siy..
bersyukur Han, udah ada malaikat yang melindungimu |
 |