This is my thought, my inspirations, my world..
This is my blog, my home, wo de jia...
Enjoy..

   

<< September 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




Daisypath Anniversary tickers




My Previous Posts
  • Hampir satu bulan
  • The Vow
  • Perempuan oh perempuan
  • Here comes the links
  • Recapitulation
  • Sang finalis
  • A.K.A.P
  • Main hati
  • New phase
  • Kangen dia
  • The Backstabber (part 2)
  • Pujangga kata
  • Dear papa..
  • Caleg oh caleg
  • Blogging fellah, blogging....
  • The Backstabber
  • Kisah cinta masa lalu
  • The check list
  • Piring somplak
  • Mars and Venus
  • Imbas hujan di rumahku
  • Kabar terakhir
  • Birthday wishes
  • Suara kepala
  • Guardian angel
  • Satu hal penting
  • Pria
  • Percakapan di sore kemarin
  • Setelah seratus hari
  • Tips berkendara dengan angkutan umum
  • All these marriage things
  • Sex and the city
  • Let's cook some meal together :)
  • Since he's gone..
  • 224 mg/dl
  • Ternyata Tuhan sayang padanya
  • Till death do them apart
  • Girang hati di pagi hari
  • Things will never be the same again
  • 4 May 2008
  • Selamat jalan papa..
  • Kursi itu mungkin tidak cocok untuk kita
  • Dokter gratis, obat sama
  • Coretan senja
  • Dua jam sebelum pulang
  • Mimpi si burung kecil
  • Suatu hari di studio foto
  • Burung kecil di tepi sungai
  • Pria tanpa P
  • Panglima keluarga
  • Upcoming birthday
  • Sms orang (gila)
  • He's going home
  • The secrets of secretary
  • Bandar judi setahun
  • Silhouettee
  • Gigiku malang, gigiku sayang
  • Penjagal gigi
  • Alone
  • Falling in love
  • Yang aku mau
  • Things you should know if your plane crashes...
  • Goodbye to you
  • Pesawatku hampir transit
  • Late 2007 and early 2008
  • It's holiday babe..
  • Bumi yang semakin panas
  • Smell like hell
  • Just try...
  • Wartawan kurang ajar
  • !@#$%^&*&^$#@!
  • Wake up you moron.. Cigarette=Drug
  • Salah omong... salah dengar
  • If life is so short
  • Ceklokan merah
  • Nonton film
  • Say g'bye to friendster
  • Her wedding
  • Wodejia




    Tulisan-tulisanku boleh dicopy-paste, tapi mohon dicantumkan source nya atau di link ke http://wodejia.blogdrive.com.... Thank you ;)



    My other blogs
    Thoughts, inspiration, and the way i see something
    My multiply



    Links
    Andrei // Andi Eriawan // Blue // Brokoli Sehat // Enno // Kodok // Ninit // Putlies // Renungan Harian // Silly // Tusuk Gigi



    Email me



    Visitors counter
    hits
    Fans on the page











    Enhanced with Snapshots

    Add to Technorati Favorites

    KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

    Search Engine Optimization



  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed


    Friday, September 05, 2008
    Suara kepala

    Apa yang membuat kami saling terkait? Tidak ada.

    Rasa cinta? Tidak mungkin bertahan terus sampai 50 tahun ke depan.

    Setelah ribuan kali dipikirkan dan jutaan teriakan hadir di tengah kami, semalam jalanan panjang Buaran kembali menjadi saksi.

    Adalah my strong-head yang mencuatkan ego ku dan bertingkah di sepanjang perjalanan pulang kami. Bodoh sekali, selalu hal-hal kecil yang belum bisa kami kontrol lah yang membuat segala sesuatunya kacau.

    Kalau begitu, apakah memang kami sudah siap?

    Padahal sudah kukatakan, ilmu komunikasi kami belum maksimal. Masih perlu dibenahi dan ditata ulang. Belum siap, kurasa memang sungguh belum siap.

    "Lalu mau sampai kapan?", katanya beralasan...
    "Ya ga tau sampai kapan.. sampai siap aja"

    Kami pun diam, tidak tau mau berkata apa lagi.
    Seketika itu pula kubuka pintu mobil yang memang sedang berjalan pelan karena lampu merah.
    Apa yang dia lakukan? Tidak ada.. Dibiarkannya aku turun dan berjalan pergi.

    Memang kami masih bodoh dan keras kepala. Dua manusia yang keras tidak mungkin bisa disatukan. Belum boleh dipaksa untuk dijadikan satu, karena kelak yang nanti ada cuma airmata.

    Bentakanku kepadanya sudah serupa angin lalu. Tidak ada lagi efeknya. Yang tersisa cuma rasa kesal dan dongkol di dada karena luapan emosi tidak terkontrol. Apakah itu yang mau dirasakan terus sampai nanti?

    Kita harus bicara.

    Itu benar, kita harus bicara.

    Dan kali ini kupinta, tolong beri aku tanggapan yang 'bahasawi'..
    Bukan cuma dengan anggukan dan ucapan "hm" yang kamu keluarkan.

    Grow up.. dewasalah..

    Posted at 01:08 pm by Hannyta

    Popi
    September 16, 2008   08:04 AM PDT
     
    gimana sekarang masalahnya? duh jadi inget aku jaman dulu say. Aku pernah ada di posisimu. Gak enaaaak
    Naruto
    September 15, 2008   06:53 PM PDT
     
    It's gonna be wierd
    Hanny
    September 15, 2008   03:16 PM PDT
     
    To all: Memang kami sedang belajar untuk lebih bisa mengontrol emosi dan berbicara dengan lebih baik.
    Kenapa tidak berakhir 'sebagai teman' saja, karena kami masih ingin tetap bersama..

    Jadi, jangan bosen ya baca curhatanku, hehe ^_^
    Thanks for putting comments guys :)
    LKY
    September 11, 2008   01:36 PM PDT
     
    Setelah membaca kisahx di blog; IMHO kayanya lebih baik sebagai teman saja.
    Begitu banyaknya rintangan kalian berdua.
    Conflict...

    Dasar/Fondasi hubungan kalian tidak solid.
    enno
    September 10, 2008   02:51 PM PDT
     
    wah, nggak tau mesti komentar apa ni han... karena diriku srg sekali bertingkah spt dirimu... oh my stonehead!

    barangkali harus belajar mengalah dan bersabar... spt aku skr ini hehe.. ayo ayo jangan dibikin ribet ^^
    travellous
    September 10, 2008   06:42 AM PDT
     
    Wuih selalu saja manis menggambarkan kejadian yang kau alami Han, Yaah sabar laah semua harus ada yang mengalah, masalahnya siapa yang akan mengambil peran itu? karena yang mengambilnya dialah yang dewasa! ;)
    Naruto
    September 7, 2008   04:31 AM PDT
     
    Yah.. mungkin ini masalah komunikasi dan konflik.... bagaimana mengkomunikasikan konflik yang ada...

    Coba ajah ikut kelas pranikah, kalau di tempatku sebelum nikah sih wajib ikut kelar premarital ini. Sangat membantu loh...
    Setelah ikut, ada yg semakin mantap meneruskan pernikahan, tapi ada juga yg membatalkannya.
    Tapi paling tidak, wawasan kita lebih terbuka....

    Oke sayang, jangan sedih lagi dong....
    Saya juga inget, dulu pernah baca buku Four Love Languages. Bagus banget.
    Tentang orang yg bahasa cintanya berbeda.. padahal mereka saling cinta dan sayang, tapi krn penyalurannya berbeda, mereka jadi merasa tersisihkan.

    Contoh..
    Mr. A bhs cinta nya itu Service...
    Jadi dua suka menemani pasangannya, melayani pasangannya...
    Dan Mr. A ini merasa dicintai kalau dia juga dilayani oleh pasangannya..

    Sedangkan Ms. B bhs cintanya itu sentuhan dan ucapan. Jadi dia suka kalau pasangannya itu menyatakan perasaannya, menyentuhnya, memeluknya...

    Tapi krn kedua bhs mereka berbeda dan mereka tidak mengerti, mereka jadi merasa saling tidak cinta. Padahal mereka cinta mati...

    Yah perlu saling memahami karakter pasangan sih.

    Mudah dikatakan.. sukar dilaksanakan...

    Tetap semangat...
     

    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry Home Next Entry