Sudah lama diketahui bahwa pemikiran pria dan wanita berbeda.
Men are from Mars; Women are from Venus.
Dan memang, sedikit-sedikit kadang kurasakan pembicaraan kami sering tidak nyambung, hehe, walaupun (untungnya) belum pernah terjadi kefatalan yang parah
"Koko bisa jemput gue ga sekarang?"
"Kamu lagi dimana?"
"Di Hongkong Kafe, Thamrin"
"Ya udah, kamu tunggu gue di rumah irene aja"
"Gue ga pergi sama irene.. gue pergi sama vindy"
"Ketemuannya sama irene atau sama vindy sih?"
"Sama vindy.."
"Oh gitu. Vindy rumahnya dimana?"
"Sebelah rumah irene"
"O ya udah, kamu tunggu disana aja.. Gue jalan kesana. Gpp kan tunggu disana?" (perhatikan kalimat ini ^_^)
"Okay, jangan lama-lama ya..."
~~~~ Dua puluh menit kemudian ~~~~
"Halo.. iya ko"
"Kamu udah sampai dimana Ni?"
"Udah di depan Astra Motor, Sunter.. sebentar lagi sampe di rumah vindy kok"
"Heeee? Rumah vindy? Lah gue udah sampe di depan Hongkong Kafe" (gubrak ga sih?)
"Loh, ngapain kamu kesana? Kan tadi janjiannya gue dijemput di rumah vindy"
"Nggak kok, kan gue suruh kamu tunggu 'disana' "
"Nah yang gue tangkep, 'disana' itu artinya di rumah vindy kan?"
"Bukaaann.. 'disana' itu artinya di Hongkong Kafe"
"Ihhh.. kamu kan ga bilang gitu. Kamu cuma bilang bakalan jemput gue 'disana'.. Ya mana gue tau kalo' 'disana' itu artinya di Hongkong Kafe.. Gue kira di rumah vindy, di kelapa gading"
"Ya udah lah, udah terlanjur.. Kamu tunggu gue disana ya" (lihat, kesan nya dia tidak punya salah sama sekali, huuuu. Dan menggunakan kata 'disana' pula!)
"Disana nya itu di rumah vindy kan?"
"Iya.. di rumah vindy. Gue muter dulu.. sebentar lagi gue sampe"
"Hehehehe... sori ye ko" (kata-kata ini hanya supaya si koko tercinta merasa tidak terlalu salah, baik kan diriku ini?)
"Ya habis gimana lagi?.. Gue kesana"
Ternyata pengucapan bahasa dan persepsi pria dan wanita terhadap sesuatu hal bisa sampai serunyam itu. Seru kan hubungan kami? 