One thing for sure, forever i'll be next to you Hon....
No matter what...
No matter what...
Pernahkah kuceritakan kepada kalian bahwa i once had a crush on someone yang betul-betul membuatku mabuk kepayang?
Betul-betul jungkir balik aku dibuatnya. Well, tidak seheboh itu sih, tapi dia betul-betul menjadikanku tidak bisa berpikir dengan jernih.
Percaya atau tidak, acara taksir-taksiran itu terjadi ketika aku baru masuk kelas 1 SMA dan berlangsung sampai aku lulus SMA!
Bayangkan, selama 3 tahun kutaksir anak laki-laki itu dan sialnya tidak ada respon positif apapun dari dia.
Membuatku mabuk kepayang dan untungnya perasaan senang itu menjadikanku semakin giat belajar supaya bisa menyaingi prestasi nya agar dia aware dengan keberadaanku (kebetulan anak yang kutaksir ini cukup pintar, hehe).
Saking naksirnya, tiap kali ku berpapasan dengan dia, rasanya aku tidak mampu untuk berbicara panjang lebar padanya.
Intinya.. dulu tuh grogi banget!
Singkat cerita, kami tidak pernah punya kisah asmara apapun. Padahal kurasa dia tau tentang perasaanku. Dasar aku yang terlalu pengecut dan penganut "man is the one who has to make the first move", rasa suka itupun kupendam dalam-dalam tanpa pernah terungkapkan.
Asal bisa memandang dirinya bermain sepak bola setiap sore di halaman sekolah saja sudah membuatku senang.
Bisa pura-pura meminjam buku catatannya untuk sekedar kupandangi saja sudah membuatku sumringah.
Terkadang, beradu tatapan mata juga bisa membuatku panas dingin dan perut serasa dikocok-kocok.
Pokoknya, setelah merasa 'naksir' dengan dia, tidak pernah lagi aku jatuh cinta pada siapapun di seantero Jakarta ini. Berlebihan memang, tapi ya mau bagaimana lagi? Lah wong hatiku yang mau kok.
Setelah sekian lama tanpa kontak dan kabar (walaupun kami adalah 'friends @ FS'), hari ini tanpa sengaja kulihat profilnya di Friendster yang sedang memeluk seorang perempuan.. di Bali pula!!
Tak percaya, kubuka dan kuperhatikan baik-baik foto dan testimonial di profilnya.
Betul dugaanku, dia akan segera menikah dalam waktu dekat ini.
Tanpa perasaan apapun, kututup layar Friendster dan melanjutkan menyelesaikan segudang pekerjaan.
Lucu memang.
Kalau dipikir-pikir lagi, Big Boss yang diatas itu memang suka guyon.
Setelah sekian tahun menyukai seseorang secara diam-diam dan bahkan sampai bertekad akan terus mencintainya; ternyata setelah kuketahui kabar terakhir dirinya yang akan segera melabuhkan hati, perasaan deg-deg an dan sumringah yang dulu pernah kurasakan tidak muncul sama sekali.
Malahan setelah ditengok ke belakang, muncul pertanyaan kenapa aku bisa sampai se-naksir itu dengan seseorang ya?
Padahal kalau dilihat, dia tidak sebaik orang yang sekarang dekat denganku.
Dia juga tidak setampan orang yang kini menclok tak mau pergi dari hatiku ini.
Pun tidak sesabar yang kukira.
Intinya, dia tidak se-worth it itu lah.
Dasar dulu masih anak kecil, mungkin itu yang dinamakan cinta monyet. Tidak pakai logika, hanya menuruti perasaan yang muncul saat itu.
Dan kini setelah ditelaah lebih jauh, hey, untung saja aku tidak memaksakan diri mengatakan 'suka' padanya dan menjadi pacarnya..
Kalau saja kulakukan itu, mungkin kini aku akan menyesal karena tidak bisa berhubungan lebih jauh dengan yang sekarang kupunya.
That GiH (Guy in Heaven) is funny anyway..
He made me feel like i was the saddest person in the world karena merasakan cinta tak berbalas... Sekarang Dia mempertemukanku dengan orang yang bisa sayang denganku as I am.
He made me feel like i was the ugliest girl in the world karena tidak ditaksir balik olehnya... Sekarang, Dia menjadikanku perempuan yang paling happy se-Bekasi (jangan se-dunia, karena pasti ada yang lebih happy dari aku, hehe) karena ada orang yang naksir denganku bolak-balik *ke-pede-an mode on*
He made me so desperate karena tidak mau menembakkan panah cupid-Nya ke aku dan dia dulu... Sekarang, Dia bukan saja menembakkan panah... tapi tombak sekalian 
Lalu kini, kusadari kenapa dulu harus merasakan sedih tak terperi karena bertepuk sebelah tangan..
Mungkin supaya aku selalu sadar, bahwa sebetulnya cinta itu memang tidak bisa dipaksakan.
It will grow constantly and cannot be forced, otherwise it will hurt both of persons..
And thanks to the Gentleman above, i now find it in my man's heart
Selamat untuk kamu disana yah, moga-moga bisa langgeng sampai tua...
I'll follow your step soon 
Posted at 12:58 pm by Hannyta