Disclaimer: Cerita dibawah ini tidak bermaksud untuk menghina ataupun menjelekkan siapapun. Ini hanya sepenggal kebingunganku sebagai warga negara Indonesia yang baik, hehe :)
Mendekati putaran pertama pemilihan calon wakil rakyat di DPRD Bekasi, pohon-pohon, tiang listrik, bahkan tembok rumah warga di perumahanku tidak luput dari tempelan-tempelan muka-muka 'calon anggota DPRD' yang sama sekali tidak kukenal.
Sebenarnya sih tidak masalah kalau mereka berkampanye dengan gaya orang yang memang sedang berkampanye.
Bukannya apa-apa, terkadang (dan sialnya lagi, ini sudah hampir menjadi mayoritas) mereka memasang foto yang sedikit menyakitkan mata (pose yang kurang oke plus dandanan bak foto model - Red.) dengan ukuran poster yang agak provokatif.
Tidak pandang bulu, papan-papan berukuran jumbo pun dipasang di semua tempat. Tidak terkecuali di depan gerbang masuk perumahan di daerah Jatibening. Aneh kelihatannya.
Belum lagi poster-poster ukuran kecil yang ada di gang-gang perumahan dengan slogan-slogan nyentrik yang terkadang membuat naik alis mata.
"Anton, itu gelarnya kok aneh ya?"
"Gelar apaan Han?"
"Itu, gelar orang yang pasang poster kampanye di pohon rambutan itu.. Loe liat deh kesana.. Wahyuni, S. Hut. Apaan sih S. Hut? Kok gue ga tau ya?"
"Apa? S.Hut? Oooo.. sarjana ulang tahun kali, hehe"
"*&%&$^#(#"
Salah satu persyaratan untuk menjadi wakil rakyat di DPR adalah memiliki jenjang pendidikan yang cukup dan baik. Dipahami oleh sebagian orang dengan mempunyai minimal satu gelar sarjana. Gelar apapun bolehlah, yang penting bergelar 
"Hehehe, nama caleg itu lucu ya.. liat deh disana... 'Alibaba'"
"Alibaba? Hueheheheh, aneehh.. Mimpi apa ya orang tuanya sampai ngasih nama kaya' gitu? Ga kreatif banget"
"Eh.. salah deh, itu orang namanya bukan Alibaba... Itu gelarnya!"
"Gelarnya 'alibaba'?"
"Bukaaan.. namanya Ali, BBA"
"Ohhh.. itu gelarnya toh! &(*^&%^$#@!"
Sebagai penutup, ada lagi 'little quotation' di bawah salah satu poster kampanye yang membuatku tidak habis pikir tentang apa yang ada di pikiran mereka:
"Saatnya yang muda yang berkarya... Ayo, coblos nomor 3" --> dengan foto si caleg yang kurang lebih seusia mamaku! More than 45 y.o., i guess. Masih bisa dibilang muda kah?
Proses kampanye yang aneh... 
Posted at 11:13 am by Hannyta