Papa.. apa kabar disana? Awannya sedang berat ya di surga akhir-akhir ini? Di bumi, apalagi di Bekasi ini, hujan turun terus dengan lebatnya dan membuat mama sering menelepon kami di kantor dengan suara panik karena takut kebanjiran. Dulu kan ada papa, jadi mama tidak terlalu takut kalau seandainya tiba-tiba kompleks rumah kita banjir.
Papa.. apa kabar disana? Duh, imlek kemarin rumah kita hampir kehilangan spirit-nya. Tapi kami terus menyemangati mama untuk tetap membuat makan malam bersama. Hasilnya, 9 macam masakan ada di meja makan dan mama tidak perlu memasak untuk 3 hari ke depan.
Andaikan papa ada, pasti akan lebih seru. Karena ternyata setelah papa pergi, tak ada satupun yang bisa jadi bandar judi sehebat yang papa lakukan dulu.
Papa.. apa kabar disana? Setelah 9 bulan kepergian papa, rumah kita sudah tidak sesepi dan sesedih dulu. Mama pun makin bertambah ceria. Nampaknya istilah "time will heals" itu ada benarnya.
Bukannya kami lupa pada papa, hanya saja rasa sakit itu perlahan memudar.. walaupun perasaan kehilangan akan selalu ada.
Papa.. apa kabar disana? Tahukah papa, akhir-akhir ini mama selalu tidur menggunakan baju batik papa. Supaya tidak terlalu dingin katanya. Tapi aku rasa, mama benar-benar kangen sama papa. Siapa yang tidak? Kami semua juga begitu.
Papa.. apa kabar disana? Entah kenapa, setelah papa tidak ada, rumah kita perlahan-lahan rusak disana sini. Perlu perbaikan semuanya.
Mulai dari keran air yang lepas, genting yang melorot, cat mengelotok dan dinding yang retak tebal, lampu yang sering sekali putus sekring, telepon error yang tidak mau berbunyi, sampai toilet yang sepertinya mampet. Kami pusing sekali mengurus itu semua, karena biasanya papa yang memperbaiki semuanya. Kami makin paham bahwa memang papa adalah "Mc-gyver" rumah kita.
Tapi untungnya pa, saat ini semua itu sedang diperbaiki.. Dan aku jamin, papa pasti kaget melihat kamar mandimu sekarang kinclong seperti baru dibangun! Percaya deh..
Papa.. apa kabar disana? Hanya ada satu titik yang sangat aku sesali dari kepergian papa yang terlampau cepat.
Bahwa nanti tidak akan ada papa di samping mama ketika hari pernikahan kami, anak-anakmu kelak.
Tak terbayangkan bagaimana rasanya..... pun tidak mau kubayangkan...