|
Thursday, August 13, 2009
Makhluk yang satu ini memang sulit dipahami. Jujur kukatakan bahwa aku yang merupakan satu jenis dengan kaum ini saja sering dibuat bingung dengan apa maunya.
Ya, atasan baruku adalah seorang perempuan.
55 tahun, Filipina, perempuan.
Belum pernah punya pengalaman apapun sebelumnya dengan bos perempuan, membuatku kurang mengerti apa yang sebenernya dia minta. Sekarang dia minta ini, sepuluh menit kemudian bisa berubah. Kemarin baik setengah mati kepadaku, hari ini bisa marah-marah tanpa juntrungan karena sesuatu yang bukan kesalahanku.
Pusing? Iya.. Tapi yang lebih menyedihkan lagi, karena sebenarnya aku yakin benar bahwa dia tidak bermaksud seperti itu. Mungkin dia tidak ingin untuk marah-marah. Atau kali lain, dia tidak punya niat apapun untuk menjadi plin-plan.
Karena kutau, hampir semua perempuan memiliki sifat "change in last minute"
It does happen to me. Jadi, kurasa mungkin memang harus kupahami sedikit tentang perilakunya, untuk nanti kemudian kupikirkan bagaimana cara mengatasinya.
Namun pertanyaannya, sampai kapan aku bisa kuat?
Dulu ketika perkenalan awalnya kepada kami, dia katakan: "I cannot talk in lower voice, otherwise i will sound like a bencong. My talking style is in loud, so please don't misinterpret it. Maybe i'm not angry, just talking"
God, please help me to adapt to her 
Posted at 11:27 am by Hannyta
Permalink
Friday, July 10, 2009
Here comes the photo links
Posted at 04:48 pm by Hannyta
Permalink
Thursday, June 18, 2009
I hate the word 'goodbye' even more, right after those two bosses announced their resignation. Something's missing.. it's true. Farewell party didn't help much. Feeling insecure.. absolutely. But life must go on.. and i cannot just whine.
I hate the government who banned inter-province busses which go through UKI. How the hell could I go to the office if I'm not using Agramas, which also by the way, the inter-province bus?? What went through their mind when they approved it? Stupid...
I hate the process of that 'contest' which still suffering me for 2 days after the audition. It was really hard working with them. Those photo blitz, thick make up, stressfully hair do, ugly gown. And it really made me more sick when i remembered how bossy the 'gown keeper' was. Helloooooowwww, we are the finalist here!! Don't be that bossy as I COULD pay your 1-year-salary-plus-your-annual-bonus if I'm willing to!!! Not forget to mention, the quotation from the commitee which I quote here: "Just follow the procedure, don't complain, you're not loosing anything right? Instead, you're going to have a new experience" Haha, if I may say, I'M LOOSING MY THREE DAYS, SPENDING MY PRECIOUS TIME WORKING WITH YOU MORON!!!
I hate what happened in this past 1 month. I hate everything!!!
Posted at 05:05 pm by Hannyta
Permalink
Wednesday, May 20, 2009
Minggu depan, selama 3 hari berturut-turut, akan kurasakan bagaimana menjadi 'foto model profesional' lengkap dengan photo session dan video shooting yang diambil oleh fotografer kenamaan plus busana-make up dari bridal papan atas di Indonesia yang dilakukan di salah satu hotel bintang lima di daerah Mahakam.
Dan lebih ajaibnya lagi, hasil foto itu akan dipampang di Majalah Weddingku edisi July-Oktober 2009. Belum lagi jika akhirnya menjadi pemenang... harus ikut di acara JWF di Jakarta Convention Centre tanggal 25 Juli mendatang.
Semua itu karena diriku yang terpilih menjadi salah satu dari lima finalis kontes Happy bride to be
Doakan aku ya 
*berbunga hati ini*
Posted at 05:11 pm by Hannyta
Permalink
Monday, May 11, 2009
Sebulan terakhir ini aku 'ter-daulat' menjadi pemudik harian. AgraMas jurusan Cikarang-Tangerang menjadi sesuatu yang harus kukejar setiap pagi dan petang. Bahkan akhir-akhir ini, kondekturnya mulai hafal dengan wajahku dan memberikan komentar-komentar kurang penting.
"Mbak, turun di BSD ya?" "Bukan, di Cikokol.. ih, mas nya sok tau deh" "Ooo.. kok ga di BSD kaya' pas semalem naik? Ya udah, sampai jumpa nanti sore ya mbak" "@!#%$^%&^*%^&"
Ya, aku sekarang menjadi seorang perantauan tiga propinsi demi mencari sesuap nasi. Bekasi - Jakarta - Lippo Karawaci. Dan bis AKAP (antar kota antar propinsi) macam AgraMas, Arimbi dan AJA lah yang menjadi kawan baikku tiap hari. Jam berangkat mereka pun sudah kuhafal mati dengan baik. Pokoknya, tidak boleh lewat dari jam setengah tujuh pagi, salah satu dari ketiga bis itu sudah harus kududuki untuk kelak kulanjutkan dengan acara tidur pagi ku yang terpotong. Dan ketika pulang, setidaknya jam 7 malam aku sudah harus menanti di pinggiran jalan Serpong untuk bisa pulang kerumah.
Nasib, mau dikata apa lagi. Hanya demi memenuhi permintaan seorang taipan, kami sekantor harus bedol desa jauh-jauh sampai ke Tangerang. Bukan cuma aku yang hanya menempuh jarak Bekasi - Tangerang, banyak orang-orang disini yang melanglang kota dari Tambun dan sekitarnya. Kurang kerjaan sekali kan?
Jadi maafkan aku teman, jikalau sampai hampir dua bulan, rumah ini kuanggurkan begitu saja. Proses pindahan, penyesuaian diri dan sakit selama 2 hari yang mewarnai hari-hari awalku di Karawaci, membuatku makin malas dan tidak mood untuk sekedar melongok kesini. Belum lagi segala persiapan pesta akbar yang membutuhkan perhatian yang tidak sedikit. Juga intensitas pertemuan yang makin sedikit dengannya juga membuat hubungan kami cenderung berjarak.
I think i'm taking my career life for granted.
Tapi tenang saja, aku tidak sebodoh itu untuk duduk diam bagai keledai dungu yang menunggu untuk ditendang. Lihat saja nanti saatnya, akan kubuktikan bahwa kami-kami ini layak diberikan penghargaan setinggi-tinggi nya atas loyalitas yang telah kami tunjukkan.
Hey you there.. you'll see what we're going to do.. Just wait for the time..
Posted at 03:33 pm by Hannyta
Permalink
Thursday, March 12, 2009
Kemarin kuterima sebuah curhat colongan dari seseorang tentang 'perselingkuhan' yang dia perbuat. Dia bahkan sadar sesadar-sadarnya, bahwa apa yang sekarang dilakukan adalah sesuatu yang salah. Tapi adrenalin yang memacu keras dalam aliran darahnya setiap kali dia bertemu dengan perempuan itu seakan sudah membutakan mata hati.
Padahal dia sudah tidak lajang lagi. Dia sudah beristri dengan dua orang anak.
Sebuah status yang sebetulnya tidak bisa dipungkiri... dia tidak boleh main api.
Diceritakan dengan lantang bahwa dia bahagia dengan hidupnya sekarang, bermain dengan dua wanita. Sebagai tambahan, perempuan itu berstatus janda-bukan-cerai-mati plus buntut 3 orang anak. Lalu apa yang membuat dia mendua hati seperti itu? Pernikahannya sekarang tidak harmonis kah? Istrinya tidak bisa memuaskan dia lagi? Anak-anaknya yang tidak mau diatur? Atau apa?
"Tidak ada", katanya ringan. "Tidak ada masalah apapun antara gue dengan istri gue, kita baik-baik aja", tambahnya.
Lalu kenapa dia harus memercikkan api asmara terlarang di sebuah hubungan pernikahan yang tentram?
"Istri loe kenal sama perempuan itu kan?", tanyaku. "Iya, dia kenal. Anak-anak gue juga kenal sama dia. Pernah gue ajak mereka semua ketemuan kok", jawabnya. "Gila ya loe, kenapa juga loe musti ketemuin mereka. Kalau nanti istri loe tau perselingkuhan loe, gimana coba?" "Ya ga apa-apa kalau dia sampai tau", timpalnya enteng. "Hah??! Emang loe mau kalau sampai dicerai sama istri loe?" "Gue ga mau sampai dicerai sih, tapi gue emang mau nikah lagi sama perempuan ini. Kemarin malah gue udah foto pre-wedding sama dia. Loe mau liat?", dia berkata seraya mengeluarkan tumpukan foto-foto dari balik tas nya. "Ih, mesra banget loe. Bahkan gue ga pernah ngeliat loe mesra gini sama istri loe", tandasku. "Itu dia.. gue bener-bener cinta sama dia. CLBK nih kaya'nya" "Ya ampun, sadar ga sih loe, dia itu bahkan punya 3 orang anak. Kalau loe bener-bener nikah sama dia, berarti loe punya 5 orang anak! Loe sanggup kaya' gitu? Belom lagi perasaan istri loe, gimana sih?", cecarku. "Nah, berhubung loe bilang gitu sama gue, gue jadi keingetan untuk minta dibuatkan polis asuransi pendidikan untuk 3 anaknya. Loe bisa kan? Gue pengen supaya anak-anaknya bisa punya tabungan pendidikan. Tolong dibuatin ya", pintanya. "Gila.. loe bener-bener gila ya.. ini serius?", tanyaku. "Serius. Gue bener-bener serius", dia menjawab dengan sangat yakin.
Semua omonganku sudah seperti angin lalu. Dia betul-betul terbawa perasaan euphoria dengan dophamin yang sudah memenuhi otak dan pikirannya. Katanya laki-laki adalah mahluk yang mengambil keputusan berdasarkan logika, tapi kenapa orang disebelahku ini menjadi sangat tidak rasional bila berhubungan dengan perempuan itu?
Dunia memang sudah terbalik. Disaat banyak orang yang berusaha mempertahankan pernikahan monogami, satu untuk selamanya dengan pasangannya, pria ini malah ingin menambah satu "masalah" lagi dengan mencari celah untuk menikahi selingkuhannya. Padahal tidak ada masalah apapun dengan perkawinannya yang sekarang.
Sadar wahai teman, tindakanmu sekarang tidak bisa di-justified dengan alasan apapun juga. Kobar api ini akan memakanmu pelan-pelan. Perlahan tapi pasti, akan kamu temukan titik balik dari semua hubungan-indah-cinta-terlarang yang kamu lakukan sekarang. Kenapa tidak kamu putuskan saja dari sekarang dan kembali ke istri dan anak-anakmu di rumah?
"Dia mah udah gila. Kerja aja ga konsen lagi. Gara-gara punya dua bini sih!", seloroh salah satu teman kerjaku menanggapi menurunnya performa kerja temanku ini. Dan aku menimpali dengan senyum kecut.
Ah kawan, aku tau bagimu ini sulit, tapi kamu harus bisa melepaskan diri dari jerat cinta yang sangat memabukkan ini. Aku paham bahwa kamu merasa telah berbuat salah ketika memutuskan cintanya secara sepihak diwaktu kalian masih SMA dulu, tapi itu masa lalu. Apa yang dia alami sekarang bukanlah salahmu. Bukan tanggung jawabmu jika sekarang pernikahannya kandas dan menyisakan tiga anak perempuan yang masih kecil-kecil. Kamu juga toh masih punya dua mulut kecil yang harus diberi makan dan berhak atas kasih sayang yang utuh tak terbagi.
Jangan sampai tenggelam teman. Aku tak sampai hati jika harus melihat banyak pihak yang harus terluka dalam permainanmu ini. Cepatlah sadar..
Perselingkuhan, apapun bentuk dan alasannya, tak akan pernah kutolerir.... *as told second hand by him*
Posted at 03:05 pm by Hannyta
Permalink
Tuesday, March 10, 2009
Kalung emas dengan liontin berbentuk burung phoenix dan naga yang mengelilingi tulisan "xuang xi" itupun dipakaikan ke leherku.
Dan mulai hari itu... Kami bertunangan.
I was so thrilled.. Luv u dear :)
Posted at 02:49 pm by Hannyta
Permalink
Friday, February 27, 2009
Aku kangen dia..
Kangen dengan tawanya..
Kangen dengan perintah-perintahnya yang kadang cuma kujawab tanpa pernah kulakukan..
Kangen dengan semua larangannya untuk pulang malam..
Kangen dengan gaya bicaranya yang khas.
Aku kangen dia..
Kangen dengan rambut kepalanya yang sering dipangkas botak..
Kangen dengan perutnya yang gendut sampai sering menjiplak di kaos yang digunakannya..
Kangen dengan segala rutinitasnya untuk tidur jam 8 malam dan bangun jam 4 pagi..
Kangen dengan semua omongannya yang sering kuanggap angin lalu.
Aku kangen dia..
Kangen ketika melihat dia dengan segala peralatan medis penunjang hidup yang dipakainya waktu itu..
Kangen ketika melihat dia melepaskan nafasnya yang terakhir dengan sangat tenang dan hanya diketahui dari menghilangnya denyut jantung di mesin sebelah tempat tidurnya..
Kangen ketika melihat dia menutup mata untuk selamanya.
Sekarang Hani sedang kangen banget sama papa.... Papa tau tentang hal ini ga sih? 
Posted at 01:49 pm by Hannyta
Permalink
Monday, February 16, 2009
I always think that everyone has a positive side on their heart.
Tapi, kadangkala ada orang-orang yang sangat amat 'kepo' (chinese word of 'SokTauBanget' --- Red.) dan membuat hal kecil menjadi sangat amat (sok) besar dengan menusuk temannya dari belakang, sehingga pemikiranku bahwa semua orang memiliki sisi baik menjadi berubah.
Apakah penting jika sesuatu hal seremeh itu di-email-kan dan di-copy-kan ke semua direksi dan petinggi perusahaan? Jika memang dia ber-itikad baik, bukankah akan lebih elegan jika langsung menelepon dan bertanya ke orangnya langsung? Kenapa malah menginformasikan hal yang tidak penting itu ke semua pihak yang setara dengan direktur?
Bukannya itu sama saja artinya dengan cari muka dan menjilat keatas?
Hei perempuan, lidahmu sudah tidak bisa dipakai untuk berbicara lagi ya sehingga harus memilih jalur surat elektronik untuk memberitahu ke seantero dunia tentang hal yang seharusnya BISA kamu bicarakan langsung kepadaku??!
This is for you bitch!! Please have and enjoy those compliments as much as you like! It won't last long!!
*sorry for being so sarcastic here.. but i just can't understand how she could turn into such an evil-devil girl*
Posted at 12:42 pm by Hannyta
Permalink
Friday, February 13, 2009
Ada kutipan yang bilang, bahwa orang yang patah hati jadi lebih kreatif. Dan orang yang sedang dikekang cintanya jadi lebih jago dan puitis dalam menuliskan apa yang dia rasa. Istilahnya, jadi pujangga dadakan, meskipun ada beberapa orang yang memang sudah dari sananya pandai merangkai kata.
Menurutku ya memang begitu.
Bukan, kali ini bukan bicara tentang diri sendiri (walaupun kadang-kadang sering merasa sok melankolis dan meratap-ratap tentang kisah cinta yang aneh), tapi sebuah blog yang tidak sengaja kutemukan dari blogwalking di tempat mbak enno yang terkenal dengan keromantisannya.
Yeap, aku baru saja menemukan bacaan baru. Kalau ada yang sempat, mampirlah ke rumah bapak ini - Painting the Sky - dan katakan pendapat teman-teman sekalian tentang dia.
Jarang ada pria yang menurutku bisa begitu gamblang menuangkan perasaannya kepada seorang perempuan dengan begitu dalam.
"Maaf ya pak, blognya saya publikasikan secara sepihak. Soalnya, ketika saya baca beberapa postingan situ, kok rasanya tangan ini gatal untuk menulis dan mengomentari ya? hehehe"
== end of story tentang bapak itu sambil berharap kisah cintanya akan segera membaik ==
Setelah hampir 4 tahun berjalan bersama dengan dia dalam segala kondisi, cuaca, senyum dan tangis, tetap masih ada satu hal yang tidak bisa kucerna dengan akal sehatku.
Kenapa dia tidak bisa paham tentang segala macam 'pertanggalan keramat ala perempuan' dan 'jenis-jenis anniversary' ?
Contoh: Dia tidak tau arti Valentine 
Oke, tak masalah. Toh hadiah untukmu sudah terbungkus dengan rapi dan akan terantar kepadamu, walaupun mungkin kamu akan melakukan apa yang pernah kamu lakukan dulu. Or even worst, menganggap itu sebagai hari biasa dan melaluinya dengan biasa pula.
Dibandingkan dengan bapak yang diatas, kamu memang kalah romantis. Jauh dari romantis dan tidak bisa mengungkapkan perasaanmu seperti dia. Tapi aku tau, rasa sayang kamu padaku tidak kalah dengan rasa sayang dia kepada perempuannya 
Happy valentine....
I guarantee it won't be easy. I guarantee that at one point or another, one of us is going to want to leave. But I also guarantee that if I don't accept your proposal, I am going to regret it for the rest of my life. Because I know in my heart, you are the only one for me.
Posted at 08:57 am by Hannyta
Permalink
|
|